Rabu, 22 Jul 2026 15:07 WIB

Domino Selangkah Lagi Jadi Cabor Resmi di KONI

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 19 Apr 2026 18:54 WIB
Ketua Umum PB PORDI, H. Andi Jamaro Dulung. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Ketua Umum PB PORDI, H. Andi Jamaro Dulung. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) menatap Mukernas KONI pada Mei 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Organisasi tersebut telah mengunci dua syarat krusial, yakni rekomendasi dari KONI dan pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM. Bekal itu membuka jalan bagi domino untuk diakui sebagai cabang olahraga resmi di tingkat nasional.

Ketua Umum PB PORDI, H. Andi Jamaro Dulung, menyebut fondasi legal organisasi sudah lengkap sejak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Domino Resmi Jadi Olahraga Naungan KONI Jatim

“Sejak 2022 kami sudah mendapat rekomendasi KONI. Itu menjadi syarat untuk pencatatan di Kemenkumham. Sekarang dua-duanya sudah kami pegang, termasuk SK yang tercatat dalam lembaran negara,” ungkapnya kepada jatimnow.com dalam turnamen Domino, Surabaya Domino Tournament 2026 di Grand City, Minggu (19/4/2026).

Bagi masyarakat luas, pengakuan resmi bukan sekadar status administratif. Pengesahan tersebut akan membawa domino keluar dari stigma permainan santai menjadi olahraga kompetitif dengan sistem yang terukur. Dampaknya bisa dirasakan hingga level akar rumput, dari klub desa hingga kejuaraan nasional.

PORDI juga mengklaim telah melampaui syarat organisasi yang ditetapkan KONI. Saat ini, kepengurusan provinsi sudah terbentuk di lebih dari separuh wilayah Indonesia.

Sebanyak 21 provinsi telah dilantik, 26 provinsi mengantongi surat keputusan, dan mandat organisasi menjangkau seluruh 34 provinsi.

“Minimal syaratnya setengah plus satu provinsi. Kami sudah melewati itu. Bahkan di setiap provinsi, struktur daerahnya aktif dan diakui KONI setempat,” terangnya.

Peserta mengikuti Surabaya Domino Tournament 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Minggu (19/4/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Peserta mengikuti Surabaya Domino Tournament 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Minggu (19/4/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Di lapangan, aktivitas domino sudah berjalan tanpa menunggu pengakuan resmi. Turnamen rutin digelar dengan sistem registrasi atlet yang ketat. Setiap pemain wajib terdaftar dalam klub atau “Gardu” sebelum bisa ikut kompetisi.

Baca Juga: Dari Warung Kopi ke Arena Prestasi, Domino Makin Dilirik di Surabaya

Fenomena menarik muncul dari sisi pembiayaan. Berbeda dengan banyak cabang olahraga lain, pemain domino justru bergerak mandiri. Mereka membiayai perjalanan, penginapan, hingga kebutuhan turnamen tanpa bergantung pada dana pemerintah.

“Pemain datang dengan biaya sendiri. Naik pesawat, menginap di hotel, semua ditanggung pribadi. Ini menunjukkan kemandirian yang jarang terlihat di olahraga lain,” ujarnya.

Basis massa pun tidak kecil. Meski belum menjangkau seluruh desa di Indonesia, PORDI memperkirakan sekitar 25 persen desa telah memiliki klub domino. Artinya, ada lebih dari 20 ribu komunitas yang aktif bermain dan berkompetisi.

Di tengah popularitas tersebut, tantangan utama sebelumnya terletak pada perbedaan aturan antar daerah. Variasi cara bermain membuat pertandingan lintas wilayah sulit dilakukan. PORDI kemudian menyusun standar nasional melalui simulasi panjang yang melibatkan berbagai daerah.

Baca Juga: HGI Dukung Domino Jadi Olahraga Profesional di Piala Walikota Surabaya 2026

Kini, satu sistem permainan berlaku seragam. Pemain dari Jawa Timur, Papua, hingga Sumatera dapat bertanding dengan aturan yang sama. Format permainan pun dibuat sederhana namun kompetitif, mulai dari kartu pembuka hingga sistem poin seperti “Cekih” dan “Pal”.

Mantan ketua PBNU yang akrab disapa AJD itu melihat domino memiliki akar budaya yang kuat di masyarakat Indonesia. Permainan itu sudah hidup jauh sebelum organisasi terbentuk.

“Domino sudah ada di mana-mana. Tidak ada hajatan tanpa permainan ini. Kami hadir untuk menyatukan aturan agar bisa dipertandingkan secara nasional, bahkan ke depan menjadi standar internasional,” ucapnya.

Dengan legalitas yang telah dikantongi dan jaringan organisasi yang meluas, langkah PORDI menuju pengakuan resmi tinggal menunggu keputusan forum Mukernas. Jika lolos, domino berpotensi naik kelas dari tradisi sosial menjadi olahraga prestasi yang diakui negara.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.