Direksi Borong BBCA, Sinyal Kuat Saham Akan Naik
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 18 Apr 2026 17:21 WIB
jatimnow.com - Aksi borong saham BBCA oleh jajaran direksi memberi sinyal kuat di tengah fluktuasi pasar awal 2026. Ketika sebagian investor memilih menunggu, manajemen bank terbesar di Indonesia justru menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk menambah kepemilikan.
Langkah tersebut langsung berdampak pada persepsi pasar. Investor ritel mulai melihat harga BBCA saat ini sebagai area akumulasi, bukan fase pelemahan.
Baca Juga: MSIE Tegaskan Bisnis Pendidikan Tetap Solid di Tengah Volatilitas Saham
Dalam praktik pasar modal, pembelian oleh orang dalam kerap dibaca sebagai kepercayaan tinggi terhadap prospek perusahaan.
Data kuartal I 2026 menunjukkan sejumlah nama penting di manajemen aktif membeli saham. Wakil Presiden Direktur John Kosasih merealisasikan transaksi senilai Rp4,37 miliar.
Direktur Vera Eve Lim menambah kepemilikan dengan dana Rp3,84 miliar, sementara Santoso mengamankan saham senilai Rp3,46 miliar.
Aksi serupa juga dilakukan Hendra Lembong dengan nilai mencapai Rp7,93 miliar. Di sisi lain, Frenkie Candra Kusuma mengakumulasi saham Rp2,87 miliar sejak 2025, dan Lianawaty Suwono membeli 300.000 lembar saham senilai Rp2,1 miliar saat pasar bergejolak pada Januari lalu.
Pengamat pasar modal Rendy Yefta melihat harga BBCA saat ini relatif murah jika dibandingkan kinerja fundamental.
Baca Juga: Pakuwon Group Gandeng BCA, Investasi Property Kian Mudah
“BBCA diperdagangkan di kisaran PER sekitar 15 kali. Untuk bank dengan profit besar dan stabil, angka tersebut tergolong rendah,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Sebagai perbandingan, saham ARTO masih berada di kisaran PER 60-an kali. Selisih valuasi tersebut memperlihatkan ketimpangan antara bank konvensional besar dengan bank digital yang skalanya lebih kecil.
Perbedaan harga tersebut makin kontras jika melihat kemampuan menghasilkan laba. BCA secara konsisten mencetak keuntungan puluhan triliun rupiah dengan pertumbuhan stabil.
Basis nasabah luas, dominasi dana murah (CASA), serta efisiensi operasional menjaga kinerja tetap kuat di berbagai kondisi pasar.
Baca Juga: Kesempatan Terakhir! Beli Ruko di Pakuwon City Bisa Hemat PPN hingga 220 Juta
Kondisi itu membuka ruang kenaikan harga saham jika valuasi kembali ke rata-rata historis. Dengan asumsi PER bergerak ke kisaran 18–20 kali, harga BBCA berpotensi terdorong naik signifikan dari posisi saat ini.
Target kembali ke level Rp10.000 per lembar bukan hal yang jauh. Rekor harga tertinggi saham BCA bahkan sempat mendekati Rp11.000. Artinya, ruang penguatan masih tersedia, sementara risiko relatif terjaga oleh fundamental perusahaan.
Sinyal dari internal perusahaan dan kondisi valuasi memberi gambaran arah pergerakan berikutnya. Pilihan kini berada di tangan investor, masuk saat harga masih berada di bawah nilai wajarnya atau menunggu ketika tren naik sudah terbentuk.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83863-direksi-borong-bbca-sinyal-kuat-saham-akan-naik