Kamis, 23 Jul 2026 13:13 WIB

9 Kecamatan di Ponorogo Mengalami Kekeringan

BPBD Ponorogo melakukan droping air bersih ke warga yang mengalami dampak kekeringan/foto: Istimewa
BPBD Ponorogo melakukan droping air bersih ke warga yang mengalami dampak kekeringan/foto: Istimewa

jatimnow.com - Musim kemarau kali ini, membuat beberapa wilayah di Ponorogo, mengalami kekeringan.

Bila sebelumnya hanya 7 kecamatan saja yang terdampak, kini sudah 9 kecamatan yang penduduknya kekurangan air bersih.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Sesuai data di Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, setidaknya ada 9 kecamatan yang terdiri dari 14 desa, yang kini tengah dilanda kekeringan.

Daerah yang dilanda kekeringan tersebut terhitung makin luas, jika dibandingkan dari data mulai rentang Juni sampai September lalu. Dimana 7 kecamatan yang terdiri dari 9 desa dilanda kekeringan.

"Totalnya ada 5.696 orang atau 1.592 KK yang terdampak kekeringan di Ponorogo ini," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, Kamis (25/10/2018).

Ia merinci diantaranya, Desa Dayaan (Badegan), Desa Tulung (Sampung), Desa Karangpatihan (Balong), Desa Pandak (Balong), Desa Ngendut (Balong), Desa Duri (Slahung), Desa Kambeng (Slahung), Desa Tugurejo (Slahung), Desa Pelem (Bungkal), Desa Karangpatihan (Pulung), dan Desa Suren (Mlarak).

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Tambahannya di Desa Munggu (Bungkal), Desa Slahung (Slahung) dan Desa Tumpuk (Sawoo)," ujarnya.

Ia mengaku, BPBD sudah melakukan berbagai upaya seperti melakukan droping air bersih.

"Yang jelas setiap 1 dusun mendapatkan 2 tangki. Per tangkinya 6.000 liter. Totalnya 12.000 liter," ujarnya.

Baca Juga: Fenomena El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Kekeringan hingga ISPA

Ia mengaku, berbagai kendala dihadapinya. Termasuk posisi pemukiman yang mengalami kekeringan berada di kawasan pegunungan. Tak jarang anggota BPBD pun terpaksa mengurangi muatan air karena curamnya medan yang harus dilalui.

"Dalam seminggu kami mengirim 922 ribu liter untuk warga," bebernya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.