Sabtu, 06 Jun 2026 10:02 WIB

Bukan Nastar, Ternyata Camilan Ini Lebih Menggoda di Meja Lebaran Warga Surabaya

Hidangan camilan tradisional atau "kue jadul" menjadi idola tamu saat lebaran. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Hidangan camilan tradisional atau "kue jadul" menjadi idola tamu saat lebaran. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Meja tamu saat Lebaran pada umumnya identik dengan deretan stoples berisi nastar, kastengel, atau putri salju. Namun, pemandangan berbeda tampak di salah satu hunian kawasan Rungkut, Surabaya.

Alih-alih mengikuti tren kue Lebaran kekinian, Ratna justru setia menghidangkan camilan tradisional atau "kue jadul" sebagai suguhan utama bagi sanak saudara.

Baca Juga: Ikut Halalbihalal, Tiga Sivitas ITS Surabaya Dapat Hadiah Umroh

Pilihan Ratna jatuh pada kudapan sederhana seperti kerupuk pohong (singkong), usus goreng, kacang goreng, hingga kerupuk rambak.

Menurutnya, di tengah gempuran kue mentega yang seragam di setiap rumah, camilan tradisional justru memberikan sensasi segar bagi lidah para tamu yang datang bersilaturahmi.

"Hampir setiap rumah yang dikunjungi tamu sudah menyediakan kue kering serupa. Kalau saya suguhkan kerupuk pohong atau usus goreng, tamu malah lahap karena rasanya gurih dan tidak bikin enek," ujar Ratna saat ditemui di kediamannya, Sabtu (21/3/2026).

Baca Juga: Alumni Pandegiling Bangkitkan Spirit Reformasi di Surabaya

Momen Idulfitri di Indonesia memang tidak lepas dari tradisi mudik dan halal bihalal. Aktivitas menyambung silaturahmi dari rumah ke rumah ini sering kali membuat tamu merasa bosan dengan rasa manis yang dominan dari kue pabrikan atau kue kering rumahan.

Bagi Ratna, menyajikan camilan tradisional bukan sekadar soal selera, tapi juga cara menjaga kedekatan antar-generasi. Kudapan seperti ini sering kali memicu obrolan nostalgia di antara keluarga besar yang jarang bertemu.

"Justru camilan begini yang paling cepat habis. Kadang baru sebentar ditaruh di meja, sudah ludes karena tamu senang ngemil yang gurih-gurih sambil mengobrol santai," tambahnya.

Baca Juga: Lebaran 2026, Bongkar Muat di Priok Tetap Stabil

Fenomena ini membuktikan bahwa meski pasar dibanjiri produk modern yang praktis, panganan lokal tetap punya ruang istimewa di hati masyarakat Surabaya.

Kesederhanaan kerupuk singkong terbukti mampu menghangatkan suasana Lebaran sekaligus menjadi pembeda di hari kemenangan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.