Bukan Nastar, Ternyata Camilan Ini Lebih Menggoda di Meja Lebaran Warga Surabaya
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 21 Mar 2026 14:54 WIB
jatimnow.com - Meja tamu saat Lebaran pada umumnya identik dengan deretan stoples berisi nastar, kastengel, atau putri salju. Namun, pemandangan berbeda tampak di salah satu hunian kawasan Rungkut, Surabaya.
Alih-alih mengikuti tren kue Lebaran kekinian, Ratna justru setia menghidangkan camilan tradisional atau "kue jadul" sebagai suguhan utama bagi sanak saudara.
Baca Juga: Ikut Halalbihalal, Tiga Sivitas ITS Surabaya Dapat Hadiah Umroh
Pilihan Ratna jatuh pada kudapan sederhana seperti kerupuk pohong (singkong), usus goreng, kacang goreng, hingga kerupuk rambak.
Menurutnya, di tengah gempuran kue mentega yang seragam di setiap rumah, camilan tradisional justru memberikan sensasi segar bagi lidah para tamu yang datang bersilaturahmi.
"Hampir setiap rumah yang dikunjungi tamu sudah menyediakan kue kering serupa. Kalau saya suguhkan kerupuk pohong atau usus goreng, tamu malah lahap karena rasanya gurih dan tidak bikin enek," ujar Ratna saat ditemui di kediamannya, Sabtu (21/3/2026).
Baca Juga: Alumni Pandegiling Bangkitkan Spirit Reformasi di Surabaya
Momen Idulfitri di Indonesia memang tidak lepas dari tradisi mudik dan halal bihalal. Aktivitas menyambung silaturahmi dari rumah ke rumah ini sering kali membuat tamu merasa bosan dengan rasa manis yang dominan dari kue pabrikan atau kue kering rumahan.
Bagi Ratna, menyajikan camilan tradisional bukan sekadar soal selera, tapi juga cara menjaga kedekatan antar-generasi. Kudapan seperti ini sering kali memicu obrolan nostalgia di antara keluarga besar yang jarang bertemu.
"Justru camilan begini yang paling cepat habis. Kadang baru sebentar ditaruh di meja, sudah ludes karena tamu senang ngemil yang gurih-gurih sambil mengobrol santai," tambahnya.
Baca Juga: Lebaran 2026, Bongkar Muat di Priok Tetap Stabil
Fenomena ini membuktikan bahwa meski pasar dibanjiri produk modern yang praktis, panganan lokal tetap punya ruang istimewa di hati masyarakat Surabaya.
Kesederhanaan kerupuk singkong terbukti mampu menghangatkan suasana Lebaran sekaligus menjadi pembeda di hari kemenangan.
Editor : Ali Masduki