Sabtu, 06 Jun 2026 13:50 WIB

Siswa Malu Curhat ke Guru BK? Aplikasi Rasaya Jadi Jembatan Curhat Digital

Chavel Aiko Ratu, mahasiswa Ubaya pencipta program Rasaya. (Foto: Humas Ubaya for JatimNow.com)
Chavel Aiko Ratu, mahasiswa Ubaya pencipta program Rasaya. (Foto: Humas Ubaya for JatimNow.com)

jatimnow.com - Bagi banyak remaja, ruang Bimbingan Konseling (BK) seringkali menjadi tempat yang mengintimidasi.

Ada tembok tebal bernama rasa malu yang menghalangi siswa untuk jujur mengenai beban pikiran mereka kepada guru.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Celah komunikasi inilah yang coba dijembatani oleh Chavel Aiko Ratu, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Surabaya (Ubaya).

Lewat tugas akhirnya, Chavel melahirkan Rasaya. Ini bukan sekadar aplikasi ponsel biasa, melainkan sistem informasi terintegrasi yang mampu memotret tren kesehatan mental siswa secara digital.

Menggunakan metode Lexicon-Based Sentiment Analysis, program ini sanggup membedah perasaan siswa, apakah mereka sedang terjebak stres akademik atau mengalami konflik sosial—hanya melalui data yang diinput.

Ide ini bermula saat Chavel melakukan riset di sebuah SMA di Kota Kupang. Ia menemukan fakta bahwa guru seringkali terlambat menyadari gangguan mental siswanya karena minimnya pencatatan yang sistematis.

"Para siswa ternyata malu mengekspresikan perasaan secara langsung. Dampaknya, guru tidak punya gambaran utuh soal kondisi batin anak didiknya," ungkap Chavel.

Di balik tampilan antarmukanya yang sederhana, Rasaya menyimpan mesin pengolah data yang kompleks.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

Chavel merancang algoritma khusus yang divalidasi langsung oleh psikolog anak dan remaja. Validasi ini memastikan hasil analisis sistem tetap akurat dan objektif.

Fitur di dalamnya pun beragam, mulai dari daily mood tracker untuk mencatat emosi harian, hingga fitur 'lapor teman' yang unik.

Fitur terakhir ini memungkinkan sistem mendapatkan data dari berbagai sudut pandang (multi-informan), sehingga potret kondisi emosi siswa tidak bersifat subjektif.

Perjalanan membangun Rasaya diakui Chavel tidaklah instan. Ia menghabiskan waktu tiga bulan hanya untuk memastikan machine learning miliknya bekerja presisi.

Baca Juga: Cara Unik DKV Ubaya Dongkrak Literasi, Visualkan Tokoh Fiksi di Atas Buku

"Jumlah revisinya tidak terhitung. Sangat menantang, tapi saya ingin sistem ini benar-benar bisa diandalkan," tambah mahasiswa peminatan Sistem Informasi Bisnis tersebut.

Bagi pihak sekolah, data dari Rasaya menjadi kompas dalam mengambil kebijakan pendampingan. Guru BK tidak lagi menebak-nebak, melainkan bergerak berdasarkan tren emosi yang terekam secara berkelanjutan di sistem.

Saat ini, Chavel tengah mematangkan Rasaya agar siap digunakan secara massal. Ambisinya sederhana namun berdampak besar, yakni memastikan tidak ada lagi jeritan minta tolong siswa yang terabaikan hanya karena mereka terlalu malu untuk bicara.

Dengan sentuhan teknologi, penanganan kesehatan mental di sekolah kini bisa dilakukan lebih manusiawi dan terukur.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.