Rabu, 22 Jul 2026 03:55 WIB

Lebaran 2026 Tanggal Berapa?

Pantauan hilal di Surabaya beberapa waktu lalu. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pantauan hilal di Surabaya beberapa waktu lalu. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026.

Momen yang bertepatan dengan 29 Ramadan ini akan menjadi penentu kapan umat Islam di Indonesia merayakan Idul Fitri, di tengah bayang-bayang potensi perbedaan jadwal antar-ormas.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Pertemuan tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan kenyamanan akses bagi tamu undangan, mengingat situasi Jakarta yang biasanya mulai melandai karena arus mudik.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa seluruh tahapan teknis dan verifikasi data telah rampung.

Pemerintah bakal menyandingkan metode perhitungan astronomi (hisab) dengan hasil pemantauan lapangan (rukyat).

"Keputusan ini memiliki legitimasi keagamaan yang kuat karena melibatkan representasi luas, mulai dari pakar astronomi BMKG, BRIN, hingga perwakilan ormas Islam," ujar Abu Rokhmad seperti dilansir dari situs resmi MUI.

Meski sidang baru digelar tengah pekan depan, data sains memberikan gambaran yang menantang.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Malang Tebar Semangat Go Green Melalui Employee Volunteering

Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan falak, posisi bulan pada petang 19 Maret memang sudah berada di atas ufuk, namun sangat rendah.

Di wilayah paling barat Indonesia, yakni Aceh, tinggi hilal terpantau di angka 2 derajat 51 menit
dengan elongasi 6 derajat 9 menit.

Angka tersebut berada tipis di bawah standar MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

"Bulan memang sudah di atas ufuk, tapi secara teori sangat sulit terlihat mata karena kondisinya masih sangat tipis. Selisihnya sedikit sekali dari kriteria, sehingga peluang keberhasilan rukyat di lapangan tergolong kecil," tutur Kiai Cholil.

Baca Juga: CPNS UIN KHAS Jember Dilantik, Rektor Tekankan Pentingnya Integritas

Kondisi astronomis ini membuka ruang terjadinya perbedaan hari raya. Sebagai informasi, PP Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026. Sementara itu, PP Persatuan Islam (PERSIS) menetapkannya pada 21 Maret 2026.

Terkait Lebaran 2026 tanggal berapa, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Ia memastikan koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh pelosok negeri terus dimatangkan agar laporan yang masuk akurat dan transparan.

Rangkaian Sidang Isbat nantinya akan diawali dengan pemaparan posisi hilal secara terbuka, diikuti sidang tertutup para tokoh agama dan ahli, hingga puncaknya adalah konferensi pers pengumuman hasil oleh Menteri Agama.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.