Minggu, 07 Jun 2026 02:25 WIB

2 Ledakan Keras di Kediri, Polisi Selidiki Dugaan Penimbunan Bubuk Mercon

  • Penulis : Yanuar D
  • | Senin, 16 Mar 2026 13:35 WIB
Petugas kepolisian di lokasi kejadian. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Petugas kepolisian di lokasi kejadian. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, dikagetkan dengan dua kali ledakan keras pada Minggu (15/3/2026) malam. Ledakan yang diduga berasal dari bubuk mercon itu merusak bagian atap dan dapur rumah warga.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun suara ledakan yang cukup keras sempat membuat warga sekitar panik.

Baca Juga: Gegana Polda Jatim Musnahkan Puluhan Kilogram Bubuk Petasan di Tulungagung

Kepala Desa Karangtengah, Sukarmanto Wijaya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi hampir tengah malam, saat warga mulai terlelap. Dia mengaku mendapat laporan dari petugas terkait adanya ledakan di wilayah tersebut dan kemudian menuju lokasi sekitar pukul 23.30 WIB.

“Kalau kejadian kemarin saya dihubungi oleh Pak Babin dan Bhabinkamtibmas, katanya ada ledakan. Saya datang ke sini sekitar jam 23.30 WIB malam,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Menurut Sukarmanto, suara ledakan terdengar sangat keras dan diduga berasal dari bahan mercon dalam jumlah besar, bahkan diperkirakan mencapai lebih dari tiga kilogram.

Rumah yang menjadi lokasi kejadian diketahui dihuni seorang pria lanjut usia bernama Gus Yasin yang berusia sekitar 60 tahun. Pria yang bekerja sebagai petani tersebut tinggal seorang diri dan diduga tidak mengetahui adanya bahan peledak yang tersimpan di sekitar rumahnya.

“Ada penghuninya, tapi usianya sudah lanjut, sekitar 60 tahun lebih. Yang punya rumah sendiri juga tidak tahu kalau ledakan itu berasal dari mana,” jelas Sukarmanto.

Setelah kejadian, aparat kepolisian bersama Tim Gegana Korps Brimob Polda Jawa Timur langsung mendatangi lokasi untuk melakukan sterilisasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Kandangan, Iptu Winarto Sismowiharyo, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerusakan hanya terjadi pada bagian rumah di sekitar titik ledakan.

“Akibat ledakan tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan pada rumah saja. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan,” ujar Winarto.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Peracik Petasan Pemicu Ledakan di Kediri saat Nongkrong

Polisi juga memasang garis polisi di lokasi kejadian guna mencegah warga mendekat, karena diduga masih terdapat sisa bubuk mercon yang berpotensi membahayakan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bahan peledak tersebut diduga dibeli secara online dengan sistem cash on delivery (COD) pada 3 Maret 2026.

Polisi menemukan barang bukti berupa plastik hitam bekas paket belanja online (Shopee). Pada label pengiriman, tertera keterangan isi berupa “Pupuk Ampuh Booster Kelengkeng 100% Murni” dengan berat sekitar 3.300 gram.

Diduga kuat, isi paket tersebut bukan sekadar pupuk biasa, melainkan bahan mercon yang sengaja dipesan atau dikirimkan. Disana tertera nama Devi Mufidah dengan alamat tujuan di wilayah Kecamatan Badas, bukan pemilik rumah yang menjadi lokasi ledakan.

Petugas juga menemukan sisa-sisa bubuk mercon yang tercecer di bagian belakang rumah. Selain itu terdapat gundukan tanah yang diduga menjadi lokasi penimbunan bahan mercon.

Baca Juga: Rentetan 3 Ledakan di Jawa Timur Jelang Lebaran, Rumah hingga Masjid Rusak

“Itu masih belum bisa teridentifikasi karena masih dalam penyelidikan. Di belakang memang ada beberapa gundukan tanah yang diduga tempat menanam bubuk mercon,” jelasnya.

Dalam pengembangan kasus ini, polisi juga mengamankan dua orang pemuda yang diduga terkait dengan pembelian bahan peledak tersebut. Keduanya saat ini masih dimintai keterangan di Polres Kediri.

“Sesuai dengan temuan semalam bahwa ada transaksi COD, kami telusuri sampai wilayah Badas dan mengamankan dua orang yang diduga sebagai pembeli bubuk tersebut,” kata Winarto.

Pihak kepolisian pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan, memperjualbelikan, maupun menggunakan mercon karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan ledakan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penyimpanan ataupun jual beli mercon. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa mercon sangat berbahaya,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.