Jatim Terbanyak! BGN Bekukan 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Wilayah II
- Penulis : Ali Masduki
- | Jumat, 13 Mar 2026 05:05 WIB
jatimnow.com - Ribuan dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpaksa berhenti mengepul. Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah ekstrem dengan membekukan operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wilayah II.
Kebijakan itu menyasar fasilitas yang terbukti gagal memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan bagi masyarakat.
Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam
Jawa Timur menjadi wilayah dengan dampak paling luas, di mana 788 unit layanan harus berhenti beroperasi seketika. Langkah tegas ini muncul setelah tim pengawas menemukan borok pada tata kelola sanitasi dan sarana pendukung di lapangan yang berisiko mengancam kualitas gizi yang disalurkan.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, mengungkapkan bahwa penghentian ini merupakan konsekuensi dari hasil evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan fasilitas.
"Sebanyak 1.512 SPPG kami hentikan dulu operasionalnya. Langkah ini tindak lanjut dari penilaian standar operasional serta kelengkapan sarana prasarana yang ternyata belum memadai," ujar Dony di Jakarta, seperti dikutip dari situs resmi BGN, Selasa (10/3).
Data internal BGN menunjukkan lubang besar pada aspek legalitas kesehatan. Sebanyak 1.043 unit kedapatan belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Selain masalah sertifikasi, 443 unit dapur MBG ditutup lainnya belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar.
Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan
Tanpa IPAL yang benar, aktivitas dapur skala besar ini berpotensi mencemari lingkungan pemukiman warga sekitarnya.
Peta penghentian layanan ini mencakup DKI Jakarta (50 unit), Banten (62 unit), Jawa Barat (350 unit), Jawa Tengah (54 unit), Jawa Timur (788 unit), dan DI Yogyakarta (208 unit).
Tak hanya soal sanitasi, BGN juga menyoroti masalah kesejahteraan tenaga ahli. Sebanyak 175 unit layanan belum menyediakan tempat tinggal atau mess bagi kepala satuan, ahli gizi, dan akuntan. Masalah logistik ini dinilai menghambat efektivitas pengawasan gizi secara harian.
Baca Juga: Belasan Anak TK Jember Diduga Keracunan MBG, Satgas Minta Penutupan SPPG
Dony menjamin pihak BGN tidak akan membiarkan unit-unit tersebut mati permanen. Pihaknya tengah menjalankan verifikasi dan pendampingan agar pengelola segera memperbaiki fasilitas mereka.
“Kami akan membuka kembali operasional SPPG secara bertahap. Syaratnya mutlak, semua standar operasional dan persyaratan teknis wajib terpenuhi lebih dulu," tegas Dony.
Langkah pembersihan internal ini menjadi sinyal kuat bahwa program nasional Makan Bergizi Gratis tidak akan menoleransi celah pada aspek keamanan pangan dan profesionalitas tata kelola.
Editor : Tim JatimnowURL : https://jatimnow.id/baca-83007-jatim-terbanyak-bgn-bekukan-1512-satuan-pelayanan-gizi-di-wilayah-ii