Rabu, 22 Jul 2026 12:00 WIB

Tragedi Gondola Surabaya, Ahli Waris Terima Santunan Rp430 Juta

Wali Kota Eri Cahyadi bersama Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, menyerahkan santunan kepada ahli waris almarhum Edy Suratno. (Foto/Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, menyerahkan santunan kepada ahli waris almarhum Edy Suratno. (Foto/Humas Pemkot Surabaya)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Surabaya bersama BPJS Ketenagakerjaan bergerak cepat memberikan jaminan masa depan bagi keluarga almarhum Edy Suratno, pekerja yang gugur dalam insiden gondola maut di awal Maret lalu.

Total santunan senilai Rp430 juta diserahkan langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi kepada istri korban di kediamannya, kawasan Tambak Wedi Baru, pada Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Usung Strategi 3C untuk Perluas Jaminan Pekerja

Dana tersebut terbagi menjadi dua bagian, yakni santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar Rp272 juta dan tabungan beasiswa pendidikan untuk kedua anak almarhum senilai Rp158 juta.

Eri Cahyadi yang datang didampingi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, menemui Eka Andriyani, istri almarhum, untuk menyampaikan duka sekaligus memastikan dukungan pemerintah tidak berhenti pada seremoni penyerahan uang.

"Kami memberikan hak almarhum melalui BPJS Ketenagakerjaan. Selain santunan tunai, ada beasiswa untuk putra pertama dan kedua yang menjamin pendidikan mereka hingga bangku kuliah," ujar Eri di sela kunjungannya.

Eri juga memerintahkan Dinas Sosial serta DP3APPKB untuk melakukan pendampingan psikologis dan sosial secara intensif kepada anak-anak almarhum. Langkah ini diambil agar trauma kehilangan sang ayah tidak memutus semangat mereka mengejar cita-cita.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Alasan Intens Sidak di Lapangan

Tragedi yang menimpa pria 51 tahun itu terjadi pada 2 Maret 2026. Saat itu, Edy dan rekannya sedang membersihkan kaca gedung ketika cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang menerjang.

Gondola yang mereka tumpangi terombang-ambing di ketinggian hingga mengakibatkan Edy kehilangan nyawa, sementara rekannya mengalami luka-luka.

Meski korban telah menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), faktor alam yang tak terkendali menjadi pemicu fatal. Berkaca dari kejadian ini, Eri meminta seluruh perusahaan dan pekerja di Surabaya lebih waspada terhadap cuaca buruk.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

"Saya ingatkan seluruh warga, terutama yang bekerja di proyek atau ketinggian, wajib disiplin menggunakan alat keselamatan. Cuaca saat ini sering tidak menentu," tegasnya.

Senada dengan Wali Kota, Hadi Purnomo menyatakan bahwa santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara saat risiko kerja terjadi. Ia berharap bantuan tersebut bisa menjadi sandaran ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Musibah sering datang tanpa peringatan. Kami ingin memastikan keluarga tidak berjuang sendirian saat tulang punggung mereka tiada. Kami juga mengajak para pemberi kerja untuk segera mendaftarkan karyawannya agar terlindungi jaminan sosial," kata Hadi.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.