Rabu, 22 Jul 2026 08:19 WIB

Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Ini Kata Bahlil

Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah meninggalkan kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. (Foto/Instagram)
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah meninggalkan kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. (Foto/Instagram)

jatimnow.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai berdampak nyata pada rantai pasok energi Indonesia. Sebanyak empat kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan tertahan di kawasan perairan Iran, tepatnya di sekitar Selat Hormuz.

Meski membawa muatan minyak mentah yang krusial, Pemerintah Indonesia mengklaim situasi tetap terkendali.

Baca Juga: PGN Godok Rencana Penyaluran Gas CNG untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut mengangkut komoditas vital untuk kebutuhan dalam negeri.

Saat ini, otoritas terkait sedang mengupayakan jalur diplomasi agar aset negara tersebut bisa segera melanjutkan pelayaran.

"Isinya minyak mentah. Ada dua kargo yang terdampak, tapi proses negosiasi sedang berjalan. Insya Allah segera selesai, mohon doanya saja," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dikutip dari investor.id, Rabu (11/3/2026).

Kabar tertahannya aset PIS ini menyusul ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran. Dari empat kapal yang terdeteksi berada di zona merah, dua tanker terpantau berada tepat di dalam Selat Hormuz, titik nadi distribusi minyak dunia yang sangat sensitif. Sementara dua lainnya berada di area luar.

VP Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan prioritas utama perusahaan saat ini adalah keselamatan kru kapal.

Baca Juga: Waspadai Jebakan Geopolitik, Bamsoet Minta Pemerintah Jaga Rupiah

Pihaknya terus menjalin komunikasi intens dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau posisi awak dan fisik kapal Pertamina secara real-time.

"Kami pastikan seluruh awak kapal dan aset dalam kondisi baik. Pemantauan dilakukan sangat ketat mengingat dinamika di lapangan yang sangat cair," kata Baron.

Terkait kekhawatiran kelangkaan bahan bakar di dalam negeri, Pertamina meminta masyarakat tidak panik.

Baca Juga: Geopolitik Global Memanas, Pertamina Siagakan 345 Kapal Distribusi

Meskipun Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah dengan porsi mencapai 19 persen, stok nasional diklaim masih dalam batas aman.

Manajemen pelat merah ini telah menyiapkan strategi mitigasi untuk mengalihkan sumber pasokan jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut dalam jangka panjang.

Langkah ini diambil guna menjamin agar distribusi BBM ke seluruh pelosok tanah air tidak terganggu oleh guncangan politik di kancah global.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.