Selasa, 21 Jul 2026 23:09 WIB

UMSURA Gaungkan Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Iran–Israel

UMSURA gaungkan perdamaian dunia di tengah konflik Iran–Israel lewat kuliah internasional dan aksi penancapan bendera global. (Foto: Humas UMSURA/jatimnow.com)
UMSURA gaungkan perdamaian dunia di tengah konflik Iran–Israel lewat kuliah internasional dan aksi penancapan bendera global. (Foto: Humas UMSURA/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketegangan Iran vs Israel yang melibatkan Amerika Serikat memicu kekhawatiran global. Di tengah situasi tersebut, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) memilih bersuara.

Kampus itu menggelar kuliah tamu internasional dan aksi simbolik penancapan bendera dunia sebagai seruan perdamaian global.

Baca Juga: Kunjungi Umsura, Kepala BRIN Dorong Riset Jadi Produk

Langkah UMSURA bukan sekadar agenda akademik. Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum berdiri bergandengan tangan, mengangkat bendera berbagai negara, lalu menancapkannya di peta dunia.

Aksi tersebut menggambarkan solidaritas lintas bangsa dan harapan agar konflik Iran vs Israel tidak meluas menjadi perang terbuka yang merugikan masyarakat sipil.

Rektor UMSURA Prof Mundakir menyebut kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga akal sehat publik ketika dunia terseret konflik.

“Tema hukum internasional dalam menciptakan perdamaian sangat relevan dengan situasi global saat ini. Sebagai masyarakat kampus yang menjunjung nilai kemanusiaan dan cinta damai, kami menyerukan pentingnya perdamaian global di tengah konflik yang terjadi,” kata Mundakir, Selasa (03/3/2026).

UMSURA gaungkan perdamaian dunia di tengah konflik Iran–Israel lewat kuliah internasional dan aksi penancapan bendera global. (Foto: Humas UMSURA/jatimnow.com)UMSURA gaungkan perdamaian dunia di tengah konflik Iran–Israel lewat kuliah internasional dan aksi penancapan bendera global. (Foto: Humas UMSURA/jatimnow.com)

Kuliah bertajuk International Law, Islamic Civilization Cooperation, and Future Peace: A Comprehensive Dialogue Between Iran and Indonesia menghadirkan Amir Rezaei Panah dari Shahid Beheshti University.

Baca Juga: Umsura Buka Klinik Rawat Inap, Warga Bisa Akses Layanan Kesehatan

Forum tersebut membedah peran hukum internasional dan kerja sama peradaban Islam dalam merawat stabilitas dunia.

Amir memandang perdamaian tak cukup dibangun lewat diplomasi formal. Ia mengajak generasi muda melihat masa depan melalui pendekatan peradaban yang realistis.

“Strategi untuk menghidupkan kembali cara hidup Islami dilakukan melalui pendekatan peradaban dan penguatan identitas. Masa depan perlu dilihat dengan realisme dan pragmatisme, bukan terjebak perpecahan masa lalu,” ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum UMSURA, Satria Unggul Wicaksana, menilai eskalasi konflik telah melampaui manuver politik. Korban sipil berjatuhan, sementara diplomasi kian terpinggirkan.

Baca Juga: Mendiktisaintek Batasi Kuota PTN hingga Juli, Beri Ruang untuk Kampus Swasta

“Ketika diplomasi diabaikan dan digantikan kekuatan militer, dunia bukan hanya kehilangan kedamaian, tetapi juga kehilangan akal sehat,” tegasnya.

Menurut Satria, Indonesia memiliki posisi strategis melalui politik luar negeri Bebas-Aktif. Amanat konstitusi untuk ikut menciptakan ketertiban dunia memberi ruang bagi Indonesia memainkan peran sebagai kekuatan lunak yang mendorong penyelesaian damai.

Kehadiran mahasiswa internasional dari Uzbekistan, Pakistan, Yaman, Mali, Sudan, dan Afghanistan memperkuat pesan bahwa generasi muda lintas negara menolak perang.

Dari ruang kuliah di Surabaya, suara itu bergema. Konflik boleh terjadi, tetapi kemanusiaan tak boleh tumbang.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.