Sabtu, 06 Jun 2026 09:05 WIB

Delegasi 13 Negara Ulik Inovasi Limbah Batik di SMP YPPI 1 Surabaya

Siswa SMP YPPI 1 Surabaya (tengah) saat mendemonstrasikan cara pembuatan minuman tradisional sinom kepada para peserta CommTECH Camp 2026. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Siswa SMP YPPI 1 Surabaya (tengah) saat mendemonstrasikan cara pembuatan minuman tradisional sinom kepada para peserta CommTECH Camp 2026. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa dari berbagai belahan dunia berkumpul di selasar SMP YPPI 1 Surabaya, Kamis (12/2). Bukan untuk studi banding biasa, 43 peserta internasional dari 13 negara ini sedang membedah rahasia di balik konsep Sustainable Community yang digagas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Melalui program CommTECH Camp 2026, para delegasi asal Jepang, Rusia, Kanada, hingga Filipina ini melihat langsung bagaimana isu global seperti Sustainable Development Goals (SDGs) mendarat di level sekolah menengah.

Baca Juga: Gubes Unitomo Prof Ully Dorong Batik Tulis Jadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

Menariknya, mereka tidak hanya duduk mendengarkan teori, melainkan langsung terjun ke dapur produksi hingga bengkel kriya.

Manager for CommTECH and Short Program ITS, Muh Wahyu Islami Pratama, menyatakan bahwa agenda ini dirancang sebagai ruang tukar pikiran yang nyata.

Menurutnya, peserta dan siswa punya kesempatan emas untuk saling menggali peran komunitas dalam menjaga ekosistem lingkungan agar tetap berumur panjang.

"Kami ingin mengenalkan bagaimana prinsip pembangunan berkelanjutan bisa hidup di tengah masyarakat sekolah," ujar pria yang akrab disapa Wahyu tersebut.

Para peserta mengikuti tiga sesi lokakarya yang cukup kontras namun saling beririsan. Mereka belajar mengolah kuliner khas lokal, mencanting batik tulis, hingga mengukir motif nusantara menggunakan solder.

Di balik estetika kain batik yang mereka buat, ada teknologi lingkungan yang diselipkan para siswa.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Kepala SMP YPPI 1 Surabaya, Titris Hariyanti Utami, memaparkan bahwa kurikulum sekolahnya memang mewajibkan siswa peka terhadap sisa produksi.

"Kami tidak membuang limbah begitu saja. Sisa lilin dari proses membatik diolah kembali menjadi lilin aromaterapi. Bahkan air bekas pencucian kain kami netralisir pH-nya secara alami sebelum dialirkan ke saluran pembuangan," kata Titris.

Pendekatan praktis ini menuai pujian dari Malissa Hartzenberg, mahasiswa University of the Fraser Valley, Kanada.

Sebagai mahasiswa teknik, Malissa mengaku terkejut melihat bagaimana nilai-nilai tradisi bisa bersinergi dengan pengelolaan lingkungan yang cerdas.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

"Sangat unik melihat elemen budaya berjalan selaras dengan inovasi teknologi. Cara penyampaian lewat lokakarya ini membuat konsep pembangunan berkelanjutan jadi jauh lebih mudah dipahami," ungkap Malissa.

Langkah ITS melalui CommTECH Camp ini menjadi bukti nyata dukungan kampus terhadap pendidikan berkualitas dan kemitraan global.

Kegiatan tersebut menyasar poin-poin utama SDGs, mulai dari pengelolaan kota yang berkelanjutan hingga pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.