Selasa, 21 Jul 2026 19:25 WIB

Delegasi 13 Negara Ulik Inovasi Limbah Batik di SMP YPPI 1 Surabaya

Siswa SMP YPPI 1 Surabaya (tengah) saat mendemonstrasikan cara pembuatan minuman tradisional sinom kepada para peserta CommTECH Camp 2026. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Siswa SMP YPPI 1 Surabaya (tengah) saat mendemonstrasikan cara pembuatan minuman tradisional sinom kepada para peserta CommTECH Camp 2026. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa dari berbagai belahan dunia berkumpul di selasar SMP YPPI 1 Surabaya, Kamis (12/2). Bukan untuk studi banding biasa, 43 peserta internasional dari 13 negara ini sedang membedah rahasia di balik konsep Sustainable Community yang digagas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Melalui program CommTECH Camp 2026, para delegasi asal Jepang, Rusia, Kanada, hingga Filipina ini melihat langsung bagaimana isu global seperti Sustainable Development Goals (SDGs) mendarat di level sekolah menengah.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

Menariknya, mereka tidak hanya duduk mendengarkan teori, melainkan langsung terjun ke dapur produksi hingga bengkel kriya.

Manager for CommTECH and Short Program ITS, Muh Wahyu Islami Pratama, menyatakan bahwa agenda ini dirancang sebagai ruang tukar pikiran yang nyata.

Menurutnya, peserta dan siswa punya kesempatan emas untuk saling menggali peran komunitas dalam menjaga ekosistem lingkungan agar tetap berumur panjang.

"Kami ingin mengenalkan bagaimana prinsip pembangunan berkelanjutan bisa hidup di tengah masyarakat sekolah," ujar pria yang akrab disapa Wahyu tersebut.

Para peserta mengikuti tiga sesi lokakarya yang cukup kontras namun saling beririsan. Mereka belajar mengolah kuliner khas lokal, mencanting batik tulis, hingga mengukir motif nusantara menggunakan solder.

Di balik estetika kain batik yang mereka buat, ada teknologi lingkungan yang diselipkan para siswa.

Baca Juga: ITS Kembangkan Alat Panjat Kelapa, Petani Bisa Panen Lebih Cepat dan Aman

Kepala SMP YPPI 1 Surabaya, Titris Hariyanti Utami, memaparkan bahwa kurikulum sekolahnya memang mewajibkan siswa peka terhadap sisa produksi.

"Kami tidak membuang limbah begitu saja. Sisa lilin dari proses membatik diolah kembali menjadi lilin aromaterapi. Bahkan air bekas pencucian kain kami netralisir pH-nya secara alami sebelum dialirkan ke saluran pembuangan," kata Titris.

Pendekatan praktis ini menuai pujian dari Malissa Hartzenberg, mahasiswa University of the Fraser Valley, Kanada.

Sebagai mahasiswa teknik, Malissa mengaku terkejut melihat bagaimana nilai-nilai tradisi bisa bersinergi dengan pengelolaan lingkungan yang cerdas.

Baca Juga: UNUSA Tembus 3 Besar Nasional Bidang Kesehatan Versi THE Impact 2026

"Sangat unik melihat elemen budaya berjalan selaras dengan inovasi teknologi. Cara penyampaian lewat lokakarya ini membuat konsep pembangunan berkelanjutan jadi jauh lebih mudah dipahami," ungkap Malissa.

Langkah ITS melalui CommTECH Camp ini menjadi bukti nyata dukungan kampus terhadap pendidikan berkualitas dan kemitraan global.

Kegiatan tersebut menyasar poin-poin utama SDGs, mulai dari pengelolaan kota yang berkelanjutan hingga pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.