Rabu, 22 Jul 2026 04:20 WIB

Alasan Harga Emas Antam Melejit 60 Persen dalam Setahun Terakhir

Harga emas Antam meroket hingga Rp3,1 juta per gram. Pakar ekonomi UK Petra menyebut fenomena ini sebagai sinyal merah ancaman resesi global 2026. (Foto: Ilustrasi/GeminiGeneratedImage)
Harga emas Antam meroket hingga Rp3,1 juta per gram. Pakar ekonomi UK Petra menyebut fenomena ini sebagai sinyal merah ancaman resesi global 2026. (Foto: Ilustrasi/GeminiGeneratedImage)

jatimnow.com - Grafik harga emas Antam mencetak rekor bombastis dengan menembus angka di atas Rp3.100.000 per gram pada akhir Januari 2026.

Dalam kurun setahun, nilai logam mulia ini terbang hingga 60 persen, sebuah lonjakan yang dianggap sebagai alarm keras atas rapuhnya stabilitas ekonomi dunia.

Baca Juga: Lamongan Inisiasi Gerakan Tanam Cabai dan Tomat untuk Kendalikan Inflasi

Pakar Ekonomi dari Universitas Kristen atau UK Petra Surabaya, Dr. Nanik Linawati, menilai tren ini bukan sekadar dinamika pasar musiman.

Menurutnya, kenaikan ekstrem tersebut merepresentasikan ketakutan kolektif investor terhadap situasi global yang semakin tidak menentu.

"Dunia sedang berada dalam fase ekonomi tidak normal. Lonjakan harga yang tidak wajar ini menjadi indikator kuat bahwa kita sedang bergerak ke ambang resesi," ujar Nanik saat memberikan analisisnya di Surabaya, Rabu (04/2/2026).

Nanik membedakan pergerakan harga ini dalam dua dimensi waktu. Secara jangka pendek, harga memang berpotensi mengalami koreksi atau sedikit menurun.

Hal ini dipicu oleh aksi profit taking atau langkah investor menjual simpanan emas mereka demi meraup keuntungan saat inflasi mulai terlihat terkendali.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Namun, untuk jangka panjang, ia memprediksi harga emas akan terus mencari level tertinggi baru. Kondisi ini dipicu oleh "benang kusut" geopolitik, mulai dari kebijakan tarif tinggi di Amerika Serikat di bawah kendali Donald Trump, hingga pergeseran aliansi antarnegara yang kian memanas.

"Emas itu langka dan tidak bisa dimanipulasi oleh kebijakan otoritas manapun. Berbeda dengan saham atau kripto yang suplainya bisa diatur atau diciptakan, emas terikat pada hukum alam dan proses tambang yang memakan waktu bertahun-tahun," tambah dosen Senior School of Business and Management (SBM) UK Petra tersebut.

Fenomena larinya modal ke logam mulia menandakan krisis kepercayaan terhadap aset produktif. Investor kini cenderung meninggalkan instrumen seperti deposito, saham, hingga kripto hanya untuk menyelamatkan nilai kekayaan mereka.

Baca Juga: Mahasiswa UK Petra Kampanyekan Deteksi Dini Kanker Payudara

Selama ketegangan geopolitik dan ego kekuasaan para pemimpin dunia tetap tinggi, emas akan tetap menjadi benteng terakhir bagi pemilik modal.

Meski badai ketidakpastian sedang menerjang, Nanik mengingatkan para investor untuk tetap berkepala dingin. Ketenangan menjadi kunci agar pasar tetap wajar dan masyarakat tidak terjebak dalam pengambilan keputusan yang tergesa-gesa.

"Emas memang menjadi sandaran nyata di tengah situasi yang tidak menentu. Namun, investor harus tetap tenang agar bisa bertindak bijaksana tanpa rasa takut berlebihan," tutupnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.