Sabtu, 06 Jun 2026 14:49 WIB

Alami Deflasi di Awal Tahun, Pemkot Kediri Pastikan IHK Bulan Januari Terkendali

  • Penulis :
  • | Selasa, 03 Feb 2026 15:50 WIB
Petugas melakukan pemantauan harga di pasar tradisional. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Petugas melakukan pemantauan harga di pasar tradisional. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri telah merilis capaian inflasi bulanan Bulan Januari 2026 secara daring, Senin (2/2/2026). Disampaikan oleh Hilda Okta, (Fungsional) BPS Kota Kediri, di awal tahun tersebut terjadi deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar -0,37 persen dan inflasi year-on-year 3,30 persen. Deflasi m-to-m tersebut lebih dalam dibanding yang terjadi di Jawa Timur yakni -0,20 persen dan nasional sebesar -0,15 persen.

Ia juga merangkum catatan peristiwa pada Bulan Januari yang berpengaruh terhadap fluktuasi harga beberapa komoditas, di antaranya: penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada 1 Januari 2026; penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras ke harga semula, kenaikan harga emas secara global, tarif angkutan udara mengalami penurunan harga setelah naik di momen Nataru, serta kenaikan harga bawang putih akibat belum adanya realisasi impor dari negara produsen.

Baca Juga: Antisipasi Kepadatan di Kaliombo, Dishub Pantau Arus Lewat ATCS

Terdapat beberapa komoditas yang menjadi pendorong deflasi m-to-m Kota Kediri, sebagai berikut: cabai rawit memberikan andil sebesar 0,17 persen; bawang merah 0,09; daging ayam ras sebesar 0,08 persen; cabai merah sebesar 0,06 persen; telur ayam ras sebesar 0,05 persen; bensin dan kangkung sebesar 0,03 persen; bayam, sawi hijau, tomat sebesar 0,02 persen; angkutan udara dan wortel sebesar 0,01 persen.

Sebaliknya, beberapa komoditas berikut menjadi pendorong terjadinya inflasi, antara lain: emas perhiasan sebesar 0,19 persen; bawang putih sebesar 0,02 persen; Sigaret Kretek Mesin (SKM), pir, kontrak rumah, jeruk, kacang panjang, kipas angin, dan bioskop inflasi sebesar 0,01 persen.

Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga di Bulan Februari, BPS Kota Kediri memberikan imbauan terkait beberapa hal yang perlu diwaspadai serta sebagai masukan bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri.

“Perlu diperhatikan ketersediaan beberapa komoditas: beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan komoditas bahan pangan lainnya mengingan pada Bulan Februari ada perayaan tahun baru Imlek dan Bulan Ramadan. Biasanya akan terjadi permintaan pada momen ini,” jelasnya.

Baca Juga: Jembatan Kaliombo I Ditutup Total Selama 7 Bulan, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Pada bulan tersebut juga terdapat akhir pekan panjang di pertengahan Februari, menyambut tahun baru Imlek dan awal bulan puasa dimungkinkan terjadi kenaikan mobilisasi masyarakat.

Dirinya juga mewaspadai terhadap harga BBM yang kemungkinan akan mengalami penyesuaian harga. Mengingat situasi global saat ini, Hilda juga mengatakan situasi tersebut akan berpengaruh terhadap harga emas perhiasan yang kemungkinan akan mengalami kenaikan.

“Kami berpesan kepada masyarakat agar tidak panic buying dan tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. Semoga di bulan ini Pemkot Kediri, khususnya yang tergabung ke dalam TPID dapat mengendalikan harga komoditas pangan agar tidak terjadi kenaikan yang signifikan supaya masyarakat merasa tenang dan khusyu' dalam menjalankan ibadah pada Ramadan mendatang,” pungkasnya.

Baca Juga: Melihat Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja di Kota Kediri, Inovasi untuk Sanitasi Aman

Menanggapi capaian inflasi Kota Kediri bulan Januari 2026, saat dihubungi secara terpisah, Selasa (3/2). Bambang Tri Lasmono, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus selaku sekretaris TPID Kota Kediri menyampaikan bahwa trend deflasi pada bulan Januari juga terjadi pada tahun sebelumnya, dimana pada januari 2024 deflasi lebih dalam yaitu -0,70%, namun demikian pada akhir tahun 2025 tingkat inflasi masih dapat terpenuhi dalam rentang target 2,5+1%. Deflasi di bulan Januari juga termasuk wajar disebabkan pada bulan sebelumnya, yaitu Desember harga kebutuhan pangan relatif lebih tinggi karena adanya momen Natal dan tahun baru sehingga permintaan lebih tinggi, sedangkan di bulan Januari ini permintaan kembali normal.

Dalam upaya pengendalian inflasi di bulan Februari yang bertepatan dengan tahun baru imlek dan masuk awal Ramadan, TPID Kota Kediri akan menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) sebagai bagian dari upaya untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan dalam rangka mensinkronisasikan dan mengharmonisasikan berbagai kebijakan stakeholder terkait dalam mengedalikan inflasi di daerah. Dalam HLM tersebut juga akan disampaikan strategi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas saat momen perayaan tahun baru imlek, Ramadan sampai hari raya Idul Fitri 1447 H sehingga inflasi dapat terjaga dan stabil.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.