Sabtu, 06 Jun 2026 18:31 WIB

Cara Unik Terminal Petikemas Surabaya Tanamkan Minat Baca Sejak Dini

Wajah anak-anak Pekerja TPS sangat senang dan ceria dalam menerima materi edukasi literasi dalam menerima. (Foto: Humas TPS/jatimnow.com)
Wajah anak-anak Pekerja TPS sangat senang dan ceria dalam menerima materi edukasi literasi dalam menerima. (Foto: Humas TPS/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memiliki cara unik untuk menanamkan minat baca sekaligus mengenalkan dunia logistik kepada generasi muda.

Melalui kolaborasi dengan komunitas Read Aloud (RA) Surabaya, anak-anak pekerja diajak menyelami aktivitas pelabuhan lewat petualangan imajinatif menggunakan media boneka dan visual interaktif.

Baca Juga: TPS Salurkan 2.000 Paket Daging Kurban untuk Warga dan Mitra

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (9/1/2026) ini mengadopsi metode membaca nyaring (read aloud).

Alih-alih hanya mendengarkan cerita secara pasif, para peserta justru diajak berdiskusi dan mengekspresikan pendapat mereka sepanjang sesi berlangsung. Langkah ini diambil untuk membangun kedekatan emosional antara anak dan buku sejak usia dini.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari upaya perusahaan membentuk karakter anak melalui pendidikan non formal.

Selain memicu kegemaran membaca, acara ini menjadi jembatan bagi anak-anak untuk memahami profesi orang tua mereka di sektor logistik.

"Kami ingin mereka mengenal lingkungan kerja orang tuanya dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, pengetahuan dari kegemaran membaca ini memberikan manfaat jangka panjang bagi tumbuh kembang mereka sebagai generasi penerus," ujar Erika.

Baca Juga: Terminal Petikemas Surabaya Kembali Layani Ekspor Komponen Lokomotif INKA

Dalam sesi tersebut, inisiator RA Surabaya, Yuliana Sidharta atau Kak Jules, memimpin jalannya cerita. Dengan bantuan teknologi LCD, suasana terminal petikemas dihadirkan secara visual di hadapan anak-anak, membuat pengalaman "berpetualang" di area pelabuhan terasa lebih nyata.

Kak Jules menyebut, literasi memberikan dampak maksimal jika diperkenalkan lewat pendekatan yang hangat dan komunikatif.

Metode membaca nyaring terbukti efektif merangsang imajinasi serta kemampuan berkomunikasi anak tanpa membuat mereka merasa sedang belajar dengan kaku.

Baca Juga: Digitalisasi Pelabuhan, Memutus Sumbatan Logistik Nonpetikemas

"Anak-anak belajar memahami nilai-nilai positif dari setiap cerita. Kita ingin mereka merasakan sendiri bahwa membaca itu aktivitas yang sangat seru," kata Kak Jules.

Langkah TPS ini menambah daftar panjang inisiatif dunia usaha dalam mendukung penguatan literasi keluarga.

Sebagai anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), TPS tidak hanya mengejar performa logistik ekspor-impor, tetapi juga mulai menyasar pengembangan modal sosial melalui edukasi anak-anak karyawan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.