Sabtu, 06 Jun 2026 17:44 WIB

Tebing 35 Meter Jalur Wisata Bromo Via Malang Longsor

Proses pembukaan jalan jalur Bromo via Malang (foto: BPBD Malang for jatimnow.com)
Proses pembukaan jalan jalur Bromo via Malang (foto: BPBD Malang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tebing setinggi 35 meter di jalur wisata Gunung Bromo via Malang mengalami longsor. Akibat dari peristiwa ini, jalan menuju wisata di tutup.

Peristiwa ini melanda tiga titik, dimana satu titik merupakan jalur utama di Jalan Raya Gubugklakah, Poncokusumo, atau tepatnya sebelum Coban Bidadari, sedangkan dua titik lainnya berada di Desa Taji, Kecamatan Jabung, sekitar arah Umbutlegi, 

Baca Juga: Yadnya Kasada 2026, Momentum Penguatan Budaya dan Harmoni Masyarakat Tengger

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengungkapkan, longsor memang sempat menutup akses wisata dari Malang ke Gunung Bromo. 

Dimana jalur utama di kawasan sekitar Coban Bidadari terdapat satu titik longsor yang terjadi pada Kamis (9/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Kemarin memang di kawasan Poncokusumo hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mulai sore pukul 3 hingga malam mengakibatkan tebing setinggi lebih dari 35 meter longsor," kata Sadono Irawan, dikonfirmasi Jumat (9/1/2026).

Material longsoran itu menutup akses jalan raya hingga sepanjang 10 meter dengan ketebalan 1 hingga 1,5 meter. Jalanan menuju Wisata Gunung Bromo melalui Kabupaten Malang pin terpaksa dialihkan melalui Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo

"Dampak longsoran itu jalanan memang sempat tertutup dan mobilitas wisatawan dialihkan melalui Pasuruan. Tapi kami pastikan tidak ada korban jiwa atau luka baik dari wisatawan maupun warga yang melintas Kamis malam kemarin," ungkap dia.

Tim gabungan di bawah komando BPBD Kabupaten Malang serta instansi lainnya baru melakukan pembersihan material longsoran sejak Jumat pagi (9/1). 

Pembersihan material longsoran ini juga melibatkan satu unit ekskavator dari Binamarga yang dikerahkan untuk membuka jalan dari material longsoran berupa tanah dan bebatuan.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

"Pembersihan juga melibatkan unit Damkar untuk penyemprotan material tanah yang menutup jalan," ujarnya kembali.

Proses penanganan longsor sendiri juga melibatkan ratusan orang dari sejumlah instansi maupun relawan kebencanaan dari Desa Gubugklakah, Poncokusumo. Selain dengan alat berat, pembersihan manual menggunakan cangkul dan sekop juga dilakukan.

"Hingga siang ini jam 11.40, proses penanganan longsor mencapai 75 persen. Material longsoran sudah bisa kita bersihkan dari jalan, kondisi arus lalu lintas juga sudah bisa dilewati baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat dengan sistem buka tutup," pungkasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.