Sabtu, 06 Jun 2026 17:04 WIB

Patung Macan Putih Kediri Viral di Medsos, Ini Klarifikasi Kepala Desa

Foto: Patung macan putih di Kediri yang viral di media sosial.  (Yanuar /jatimnow.com)
Foto: Patung macan putih di Kediri yang viral di media sosial. (Yanuar /jatimnow.com)

jatimnow.com-Monumen Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak viral di media sosial. Wujud patung yang dinilai kurang proporsional memicu beragam komentar warganet, mulai dari kritik hingga sindiran.

Menanggapi viralnya patung tersebut, Pemerintah Desa Balongjeruk memberikan klarifikasi terkait proses pembangunan hingga sumber pendanaan monumen tersebut.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Kepala Desa Balongjeruk, Safii, menjelaskan bahwa pembangunan Monumen Macan Putih berawal dari usulan warga yang disampaikan dalam forum musyawarah desa. Musyawarah itu dihadiri pemerintah desa, lembaga desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat, dan menghasilkan kesepakatan pembangunan monumen dengan ikon Macan Putih.

“Pemilihan Macan Putih tidak lepas dari cerita tutur para sesepuh desa. Konon, Macan Putih merupakan hewan peliharaan leluhur yang membabat atau membuka wilayah Desa Balongjeruk,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025).

Safii juga menegaskan bahwa pembangunan monumen tersebut tidak menggunakan dana desa sama sekali. Seluruh biaya pembuatan patung berasal dari dana pribadi dirinya sebagai kepala desa. Total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp3,5 juta. Rinciannya, Rp2 juta untuk biaya borongan tukang pembuat patung dan Rp1,5 juta untuk material.

“Ini murni dana pribadi, tidak ada penggunaan dana desa,” tegasnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Terkait kritik masyarakat soal hasil akhir patung yang dinilai belum sesuai harapan, Pemerintah Desa Balongjeruk menyatakan terbuka terhadap masukan. Bahkan, pihak desa berkomitmen akan melakukan perbaikan.

“Kami menyadari wujud patung saat ini belum sesuai dengan gambar atau rancangan awal. Karena itu, kami berkomitmen untuk memperbaikinya,” ungkapnya.

Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk memberikan kritik dan saran demi penyempurnaan monumen sebagai ikon desa. Selain itu, masukan juga diharapkan dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, guna menyempurnakan nilai sejarah dan visual ikon Desa Balongjeruk.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

“Demi kesempurnaan sejarah dan ikon desa, kami berharap ada arahan dan masukan agar monumen ini bisa menjadi kebanggaan bersama,” pungkas Safii.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.