Sabtu, 06 Jun 2026 19:08 WIB

Peduli Lingkungan, GP Ansor Paciran Lamongan Kenalkan Program Bank Sampah

Foto: Inagurasi PAC GP Ansor Paciran Lamongan serta pengenalan program Bank Sampah Ansor. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Foto: Inagurasi PAC GP Ansor Paciran Lamongan serta pengenalan program Bank Sampah Ansor. (Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com-Gagasan menarik mucul dari ruang diskusi kalangan pemuda di Kecamatan Paciran, Lamongan soal masalah sampah dan isu krusial terkait lingkungan.

Bertepatan dengan pelantikan PAC GP Ansor Paciran periode 2025-2028, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama' ini resmi memperkenalkan program Bank Sampah Ansor (BSA).

Baca Juga: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Disnakeswan Lamongan Sidak Lapak di Pinggir Jalan

Ketua PAC GP Ansor Paciran, Habib Nawawi menyampaikan bahwa selain memecahkan persoalan sampah, program BSA akan menjadi motor penggerak ekonomi organisasi dengan total 21 ranting yang tersebar di 17 kel/desa.

"Dengan pengelolaan sampah yang benar, kita bisa menciptakan kas yang melimpah ruah untuk menjalankan kegiatan organisasi ke depan," ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Program BSA ini telah berjalan di 6 ranting. Terdapat 10 personel inti di tingkat PAC dan 5 personel di setiap ranting yang bertugas sebagai eksekutor di lapangan.

"Harapan saya, sahabat-sahabat yang baru dilantik tetap menjaga komunikasi dan koordinasi. Kita harus bersinergi demi kemajuan Paciran di masa depan," katanya.

Baca Juga: Omzet Harian Tembus Rp 4 Juta, KDMP di Lamongan Disambut Positif Masyarakat

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan, Gus Syahrul Munir mengungkapkan letak geografis Paciran yang berada di kawasan industri Pantura menuntut peran aktif pemuda dalam menjaga ekologi.

"Pantura ini penuh dengan industri. Amanat kita bersama adalah tentang kebersihan dan tata kelola lingkungan. Ansor sebagai garda terdepan NU harus terpanggil jiwanya dan turut andil dalam menyelesaikan persoalan sampah ini," tegas Gus Syahrul.

Ia juga menekankan prinsip Al-Akhdzu bil Jadid Al-Ashlah, yakni meneruskan prestasi yang sudah ada dan memperbaikinya dengan inovasi-inovasi baru yang lebih maslahat bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Selama Libur Panjang, Stasiun Lamongan Layani 3 Ribu Penumpang

"Lebih baik lagi dengan terinspirasi oleh beberapa teman-teman yang sudah melakukan pemikiran, gerakan, dan lain sebagainya," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.