Sabtu, 06 Jun 2026 13:40 WIB

Penipuan Berkedok Manajemen Artis di Kediri, Belasan Korban Rugi Ratusan Juta

  • Penulis :
  • | Kamis, 18 Des 2025 17:50 WIB
Ilustrasi. (Foto: Mason Kimbarovsky/Unsplash)
Ilustrasi. (Foto: Mason Kimbarovsky/Unsplash)

jatimnow.com - Seorang warga berinisial KN melaporkan menjadi korban penipuan oleh manajemen artis ‘abal-abal’, yang dijalankan RRR (45) bersama istrinya SO (42) warga Singonegaran, Pesantren, Kota Kediri. Janji menjadi model hingga bintang video klip itu hanya isapan jempol, yang tak pernah terealisasi. Ia pun merugi hingga Rp47 juta.

Melansir dari akun Instagram @Infokediri, modusnya terduga pelaku awalnya mengajak orang tua untuk mendaftarkan anaknya pada manajemen artis yang mereka bentuk dengan biaya pendaftaran beragam. Mereka menawarkan iming-iming akan menjadikannya artis dan tampil di berbagai event dengan bayaran Rp1 juta per event. Termasuk, menawarkan kerjasama bisnis dengan modal investasi, baik EO maupun jual beli barang.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

“Tetapi faktanya tidak ada pembagian hasil keuntungan dari event, bahkan event-event tersebut ternyata juga bohongan (tidak ada),” keluh KN.

Untuk meyakinkan korbannya, terduga pelaku menghubungi orang tua lewat akun palsu, melontarkan pujian ke anak-anak mereka, dengan bakatnya menjadi artis. Mereka juga mengklaim memiliki kantor di Jakarta dengan tim kreatif lengkap, yang belakangan diketahui palsu.

Tidak hanya di Kediri, terduga pelaku melancarkan aksinya di Jakarta, Bekasi, Tangerang hingga Bali. Korban yang terdeteksi mencapai belasan orang masing-masing merugi hingga puluhan juta. Termasuk, para vendor yang sempat disewa untuk meyakinkan agencynya.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Yang sudah terdeteksi sekitar 16 orang. Bahkan kemungkinan bisa lebih, karena ada korban yang dari Surabaya, Sidoarjo, Madiun, dll,” jelasnya.

“Setiap kali ditagih, mereka berdalih dengan alasan klasik; orang tua sakit, kecelakaan, atau kendala mendadak. Jika ada korban yang mencoba memviralkan kasus ini, keduanya justru playing victim, berpura-pura difitnah agar terkesan tidak bersalah.” tambah KN.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

Kasus ini sebenarnya telah terjadi sejak 2024 lalu. KN sempat menemui mereka dan meminta pengembalian dana, namun tak kunjung terealisasi. Meski, keduanya telah membuat surat pernyataan kesanggupan pengembalian dana.

Salah satu korban, yang dijanjikan kerjasama bisnis oleh mereka pun juga telah melaporkannya ke polisi, namun tak ada tindak lanjut. Hingga saat ini keduanya diduga masih berkeliaran dan terus mencari mangsa.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.