Rabu, 22 Jul 2026 12:13 WIB

Penipuan Berkedok Manajemen Artis di Kediri, Belasan Korban Rugi Ratusan Juta

  • Penulis :
  • | Kamis, 18 Des 2025 17:50 WIB
Ilustrasi. (Foto: Mason Kimbarovsky/Unsplash)
Ilustrasi. (Foto: Mason Kimbarovsky/Unsplash)

jatimnow.com - Seorang warga berinisial KN melaporkan menjadi korban penipuan oleh manajemen artis ‘abal-abal’, yang dijalankan RRR (45) bersama istrinya SO (42) warga Singonegaran, Pesantren, Kota Kediri. Janji menjadi model hingga bintang video klip itu hanya isapan jempol, yang tak pernah terealisasi. Ia pun merugi hingga Rp47 juta.

Melansir dari akun Instagram @Infokediri, modusnya terduga pelaku awalnya mengajak orang tua untuk mendaftarkan anaknya pada manajemen artis yang mereka bentuk dengan biaya pendaftaran beragam. Mereka menawarkan iming-iming akan menjadikannya artis dan tampil di berbagai event dengan bayaran Rp1 juta per event. Termasuk, menawarkan kerjasama bisnis dengan modal investasi, baik EO maupun jual beli barang.

Baca Juga: Sentra Penjahit Pasar Pahing Kediri Ramai Pesanan Seragam Jelang Tahun Ajaran Baru

“Tetapi faktanya tidak ada pembagian hasil keuntungan dari event, bahkan event-event tersebut ternyata juga bohongan (tidak ada),” keluh KN.

Untuk meyakinkan korbannya, terduga pelaku menghubungi orang tua lewat akun palsu, melontarkan pujian ke anak-anak mereka, dengan bakatnya menjadi artis. Mereka juga mengklaim memiliki kantor di Jakarta dengan tim kreatif lengkap, yang belakangan diketahui palsu.

Tidak hanya di Kediri, terduga pelaku melancarkan aksinya di Jakarta, Bekasi, Tangerang hingga Bali. Korban yang terdeteksi mencapai belasan orang masing-masing merugi hingga puluhan juta. Termasuk, para vendor yang sempat disewa untuk meyakinkan agencynya.

Baca Juga: IASC Selamatkan Rp674 M Dana Korban Penipuan, OJK Perkuat Perlindungan Konsumen

"Yang sudah terdeteksi sekitar 16 orang. Bahkan kemungkinan bisa lebih, karena ada korban yang dari Surabaya, Sidoarjo, Madiun, dll,” jelasnya.

“Setiap kali ditagih, mereka berdalih dengan alasan klasik; orang tua sakit, kecelakaan, atau kendala mendadak. Jika ada korban yang mencoba memviralkan kasus ini, keduanya justru playing victim, berpura-pura difitnah agar terkesan tidak bersalah.” tambah KN.

Baca Juga: Diduga Lakukan Penggelapan, Mantan Calon Bupati Tulungagung Diadukan Polisi

Kasus ini sebenarnya telah terjadi sejak 2024 lalu. KN sempat menemui mereka dan meminta pengembalian dana, namun tak kunjung terealisasi. Meski, keduanya telah membuat surat pernyataan kesanggupan pengembalian dana.

Salah satu korban, yang dijanjikan kerjasama bisnis oleh mereka pun juga telah melaporkannya ke polisi, namun tak ada tindak lanjut. Hingga saat ini keduanya diduga masih berkeliaran dan terus mencari mangsa.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.