Puluhan Anak di Lamongan jadi Korban Kekerasan Selama 2025
- Penulis : Adyad Ammy Iffansah
- | Kamis, 18 Des 2025 13:59 WIB
jatimnow.com-Sebanyak 43 anak di Lamongan menjadi korban kekerasan sepanjang tahun 2025. Kasus didominasi tindak pelecehan seksual.
Dari data yang dihimpun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Lamongan kekerasan yang diterima anak meliputi berbagai jenis kasus, antara lain pelecehan, anak berurusan hukum (ABH), Hak Asuh, termasuk juga bullying.
Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif
"Tahun ini menangani 43 kasus, kami upayakan penyelesaian 100 persen utamanya pada jenis pelecehan dan anak berurusan hukum," ujar Kepala DP3A Lamongan, Ummuronah, Kamis (18/12/2025).
Secara rinci, 43 kasus tersebut meliputi penelantaran anak 4 kasus, Anak berurusan hukum (ABH) 4 kasus, kenakalan anak 3 kasus, pelecehan dan kekerasan/pelecehan seksual 8 kasus, hak asuh 7 kasus, nafkah anak 1 kasus, kekerasan gander berbasis online (KGBO) 3 kasus, bullying 6 kasus, kekerasan anak 3 kasus, 1 kasus terorisme, lain-lain 3 kasus.
"Meski kasus kekerasan anak 2025 ini tergolong meningkat, berbagai upaya baik pencegahan lewat sosialisasi maupun pendampingan terus dilakukan," bebernya.
Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar
Selain fokus pada kasus pelecehan DP3A juga memaksimalkan peran sekolah untuk menekan angka kasus bulliying.
"Sebagai bentuk tindak lanjut, pencegahan dilakukan rutin di instansi sekolah maupun kecamatan," urainya.
Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan
Komitmen ini sejalan dengan predikan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang disandang Kabupaten Lamongan dengan kategori nindya.
"Berbagai kegiatan dan program kita maksminalkan ke masyarakat. Menjadikan Lamongan sebagai kabupaten layak anak adalah target utamanya. Syukur tahun ini mendapat anugerah katogori nindya," pungkasnya.
Editor : BramantaURL : https://jatimnow.id/baca-81228-puluhan-anak-di-lamongan-jadi-korban-kekerasan-selama-2025