Selasa, 21 Jul 2026 23:35 WIB

Mahasiswa Terdampak Bencana? Untag Surabaya Siap Bantu! Ini Kebijakannya

Wakil Rektor I, Harjo Seputro, dan Wakil Rektor Bidang II, Supangat. (Foto: Humas Untag Surabaya/jatimnow.com)
Wakil Rektor I, Harjo Seputro, dan Wakil Rektor Bidang II, Supangat. (Foto: Humas Untag Surabaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengambil langkah konkret dalam memberikan dukungan kepada mahasiswanya yang terdampak bencana alam dengan menerbitkan kebijakan empati.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah situasi sulit. Inisiatif ini digagas oleh Wakil Rektor I, Harjo Seputro, dan Wakil Rektor Bidang II, Supangat.

Baca Juga: Inspiratif! Santri Jalanan Ini Raih Gelar Doktor dari Untag Surabaya

Keduanya menegaskan pentingnya kehadiran perguruan tinggi dalam memberikan solusi bagi mahasiswa yang menghadapi kesulitan.

"Dalam kondisi bencana, prioritas kami adalah memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi. Empati bukan hanya sikap, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan nyata," ujar Supangat dalam keterangan resminya, Sabtu (06/12).

Sebagai wujud nyata dari kebijakan empati ini, Untag Surabaya memberikan dukungan yang komprehensif kepada mahasiswa terdampak bencana.

Dukungan tersebut meliputi kemudahan pembayaran SPP yang disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, serta relaksasi administratif bagi mahasiswa yang membutuhkan penyesuaian terkait perkuliahan.

Baca Juga: Muharram Camp BSI Maslahat Bekali Anak Yatim Mental dan Spiritual

Selain itu, Untag Surabaya juga menyiagakan layanan konseling untuk memberikan dukungan psikologis, serta berkoordinasi dengan LPPM Untag Surabaya untuk memenuhi kebutuhan logistik mendesak bagi mahasiswa yang membutuhkan

Supangat menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat adaptif dan akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa Untag Surabaya merasa didukung. Kampus harus menjadi ruang aman, terutama saat mereka menghadapi tekanan hidup akibat bencana. Kebijakan ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pendidikan mereka," tegasnya.

Baca Juga: Maria Apriliani, Doktor Muda Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Internasional

Dengan adanya kebijakan ini, Untag Surabaya menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peduli dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswanya.

"Kebijakan ini diharapkan mampu membantu mahasiswa tetap fokus pada pendidikan dan menjalani proses perkuliahan dengan rasa tenang meski tengah menghadapi masa sulit," pungkas Wakil Rektor bidang II Untag Surabaya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.