Sabtu, 06 Jun 2026 18:03 WIB

DPRD Jember Minta Pemkab Akomodir Masukan Terkait Pembangunan Street Food

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 06 Des 2025 15:55 WIB
Foto:  Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Rencana pembangunan kawasan street food di Jalan Kartini Jember kembali menjadi perhatian publik. Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman, meminta Pemerintah Kabupaten Jember untuk benar-benar mengakomodir berbagai masukan dari masyarakat sebelum proyek tersebut dilanjutkan.

Agung mengatakan, pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari area Alun-Alun Jember ke Jalan Kartini telah menimbulkan sejumlah respon, termasuk adanya surat terbuka dari pihak gereja yang keberatan terhadap lokasi pembangunan.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

"Terkait pembangunan memindahkan PKL dari alun-alun ke Jalan Kartini, saya dengar memang ada surat terbuka dari pihak gereja. Kami berharap ini dikaji ulang," ujarnya Sabtu, (6/12/2025).

Menurut anggota Komisi C DPRD Jember tersebut, masukan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru.

"Apapun itu, itu masukan masyarakat. Harap diakomodir ke depannya," tegasnya.

Agung menilai, Pemkab Jember perlu mengajak seluruh pihak duduk bersama, baik pihak gereja, warga sekitar, maupun para PKL, agar kebijakan yang diterapkan nantinya bisa diterima secara luas.

Baca Juga: Tercekik Aturan Barcode, Nelayan Puger Jember Kesulitan Beli Solar Subsidi

"Katanya tetap berjalan, mudah-mudahan dengan adanya ini semua bisa terangkul, baik pihak gereja maupun PKL," paparnya.

Agung tidak menampik bahwa keberadaan PKL di sekitar Alun-Alun Jember selama ini memang kurang tertata rapi. Karena itu, pembangunan sentra street food di Jalan Kartini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menata dan menyediakan lokasi yang layak bagi para pedagang sekaligus memudahkan masyarakat. Namun, Agung mengingatkan bahwa pelebaran trotoar dan pemanfaatan sebagian badan jalan untuk area street food berpotensi mengurangi lebar jalan dan menimbulkan kemacetan. Agung berharap Pemkab Jember memiliki solusi matang terkait potensi kepadatan lalu lintas dan keramaian yang mungkin terjadi setelah kawasan street food itu beroperasi.

"Mudah-mudahan pemkab bisa mengatasi bila terjadi keramaian atau kemacetan di luar dugaan. Semoga Jember lebih baik dan lebih maju," pungkasnya.

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

 

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.