Kamis, 23 Jul 2026 06:05 WIB

DPRD Jember Minta Pemkab Akomodir Masukan Terkait Pembangunan Street Food

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 06 Des 2025 15:55 WIB
Foto:  Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Rencana pembangunan kawasan street food di Jalan Kartini Jember kembali menjadi perhatian publik. Anggota DPRD Jember dari Fraksi Golkar, Agung Budiman, meminta Pemerintah Kabupaten Jember untuk benar-benar mengakomodir berbagai masukan dari masyarakat sebelum proyek tersebut dilanjutkan.

Agung mengatakan, pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari area Alun-Alun Jember ke Jalan Kartini telah menimbulkan sejumlah respon, termasuk adanya surat terbuka dari pihak gereja yang keberatan terhadap lokasi pembangunan.

Baca Juga: Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

"Terkait pembangunan memindahkan PKL dari alun-alun ke Jalan Kartini, saya dengar memang ada surat terbuka dari pihak gereja. Kami berharap ini dikaji ulang," ujarnya Sabtu, (6/12/2025).

Menurut anggota Komisi C DPRD Jember tersebut, masukan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru.

"Apapun itu, itu masukan masyarakat. Harap diakomodir ke depannya," tegasnya.

Agung menilai, Pemkab Jember perlu mengajak seluruh pihak duduk bersama, baik pihak gereja, warga sekitar, maupun para PKL, agar kebijakan yang diterapkan nantinya bisa diterima secara luas.

Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat

"Katanya tetap berjalan, mudah-mudahan dengan adanya ini semua bisa terangkul, baik pihak gereja maupun PKL," paparnya.

Agung tidak menampik bahwa keberadaan PKL di sekitar Alun-Alun Jember selama ini memang kurang tertata rapi. Karena itu, pembangunan sentra street food di Jalan Kartini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menata dan menyediakan lokasi yang layak bagi para pedagang sekaligus memudahkan masyarakat. Namun, Agung mengingatkan bahwa pelebaran trotoar dan pemanfaatan sebagian badan jalan untuk area street food berpotensi mengurangi lebar jalan dan menimbulkan kemacetan. Agung berharap Pemkab Jember memiliki solusi matang terkait potensi kepadatan lalu lintas dan keramaian yang mungkin terjadi setelah kawasan street food itu beroperasi.

"Mudah-mudahan pemkab bisa mengatasi bila terjadi keramaian atau kemacetan di luar dugaan. Semoga Jember lebih baik dan lebih maju," pungkasnya.

Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya

 

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.