Sabtu, 25 Jul 2026 20:13 WIB

Katib Aam PBNU KH Yahya Bicara Soal Hoax, Ini Katanya

Seminar kebangsaan bertemakan 'Peran Santri dalam Memperkokoh Persatuan Bangsa' yang digelar di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Kamis (18/10/2018).
Seminar kebangsaan bertemakan 'Peran Santri dalam Memperkokoh Persatuan Bangsa' yang digelar di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Kamis (18/10/2018).

jatimnow.com - Katib Aam (Sekjen) Suriyah PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf menganggap kabar hoax menjadi isu yang patut diwaspadai, mengingat persebarannya cukup masif di media sosial.

Hal ini ia sampaikan dalam seminar kebangsaan bertemakan 'Peran Santri dalam Memperkokoh Persatuan Bangsa' di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Kota Malang, Kamis (18/10/2018).

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Brawijaya Tolak Kampus Kelola SPPG, Rektorat Bungkam

Menurutnya, hal ini terjadi karena harga smartphone yang kian murah membuat masyarakat banyak menggunakan media sosial, namun tak diimbangi kedewasaan yang mumpuni.

"Orang ribut perkara medsos karena beli HP-nya belum lama, HP murah baru dua tahun ini. Tidak diimbangi dengan kedewasaan penggunanya," ungkapnya.

Namun ia bersyukur Indonesia masih tergolong kondusif dibandingkan negara lainnya di dunia. Menurut pria yang juga Watimpres ini, hal itu terjadi juga karena dipengaruhi oleh ketahanan sosial budaya.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

Disisi lain, akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Zuly Qodir menyatakan, hoax menjadi tantangan bersama yang harus diberantas mengingat dampaknya yang cukup signifikan.

"Tantangan hoax di medsos ini sedemikian luar biasa dan membahayakan. Bagaimana orang men-share informasi tanpa melakukan klarifikasi dan kroscek," jelas Zuly ke audien yang hadir.

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Maka dirinya menghimbau kepada para akademisi dan kaum terpelajar untuk bersama - sama menangkal hoax di medsos.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.