Rabu, 22 Jul 2026 10:52 WIB

Unitomo Kerahkan 8 Fakultas, Dukung Penuh Ekonomi Biru Halmahera Utara

Penandatanganan MoU dan MoA antara Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (26/11/2025). (Foto: Unitomo for JatimNow.com)
Penandatanganan MoU dan MoA antara Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (26/11/2025). (Foto: Unitomo for JatimNow.com)

jatimnow.com - Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah dengan mengerahkan delapan fakultasnya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

Langkah ini diwujudkan melalui Diskusi Strategis bertajuk “Hilirisasi Kelapa Sebagai Role Model Penguatan Ekonomi Daerah” yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unitomo di Surabaya, Selasa (26/11/2025).

Baca Juga: Khitan Bahagia Unitomo, 140 Anak Dapat Uang Saku dan Perlengkapan Sekolah

Diskusi ini menghadirkan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Guru Besar Teknologi Pangan Prof. Fadjar K Hartati, dan Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah sebagai narasumber utama.

Fokus pembahasan adalah strategi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam mentransformasi komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah melalui hilirisasi.

Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa kebijakan tegas berupa Peraturan Daerah (Perda) yang melarang ekspor kelapa mentah menjadi kunci keberhasilan.

"Industri yang hadir di Halmahera Utara yang kita lahirkan hari ini dengan peraturan ini bukan sekedar untuk menghasilkan produk yang kita ekspor, tapi memiliki multiplier effect yang sangat luar biasa, karena ada tenaga kerja yang tertampung di sana dan kemudian terjadi persaingan harga yang semuanya itu dinikmati oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, harga kopra di tingkat petani melonjak hingga Rp25.000 per kilogram setelah implementasi kebijakan tersebut.

Baca Juga: Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

Prof. Fadjar K Hartati mengapresiasi langkah berani Halmahera Utara. Menurutnya, kelapa adalah "pohon kehidupan" yang memiliki potensi ekonomi di setiap bagiannya.

"Kebijakan ini adalah langkah cerdas untuk menghentikan kerugian ekonomi akibat ekspor bahan mentah dan memaksa lahirnya inovasi pangan," tegasnya.

Ia mencontohkan, kebijakan ini telah mendorong diversifikasi produk turunan kelapa seperti coconut milk, santan bubuk, dan Virgin Coconut Oil (VCO).

Baca Juga: Unitomo dan PMI Surabaya Latih 1.400 Anggota PMR Hadapi Bencana dan Krisis Iklim

Sementara itu Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah menyatakan kesiapan Unitomo untuk mendukung penuh agenda hilirisasi ini melalui kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

"Kami siap terlibat, termasuk melalui program pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang bersinergi langsung dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara," tegas Prof. Siti.

Diskusi ini diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antara Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, menandai komitmen bersama untuk menjadikan hilirisasi kelapa sebagai motor penggerak ekonomi biru di Halmahera Utara.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.