Rabu, 22 Jul 2026 03:33 WIB

Antisipasi Prostitusi, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan di Kawasan Ini

  • Penulis :
  • | Sabtu, 22 Nov 2025 15:15 WIB
Foto: Ilustrasi kawasan eks lokalisasi Dolly. (Ilustrasi/jatimnow.com)
Foto: Ilustrasi kawasan eks lokalisasi Dolly. (Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Moroseneng. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali praktik prostitusi terselubung. Penegasan ini disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyusul adanya penindakan praktik asusila yang beberapa waktu lalu terungkap.

Menurut Wali Kota Eri, aktivitas asusila tersebut tidak terjadi di wilayah inti eks lokalisasi Dolly, melainkan di rumah kos yang berada di sekitarnya.

Baca Juga: Sengketa Tata Ruang Graha Famili Surabaya, Sorotan Mengarah ke The Nook Cafe

“Dolly-nya clear, aman, karena di sana sudah ada tempat-tempat usaha yang berjalan, seperti sentra sepatu. Ini (penindakan praktik asusila) adanya di kos-kosan,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Eri juga mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku yang terjaring razia bukan warga Surabaya. Pemkot akan melakukan pengecekan identitas untuk menentukan langkah pembinaan atau pemulangan.

“Apabila terbukti sebagai warga Surabaya, akan dilakukan pembinaan supaya tidak melakukannya kembali. Tapi kalau bukan orang Surabaya, maka akan kami koordinasikan dengan daerah asal untuk dipulangkan setelah melalui pembinaan di shelter Pemkot,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif, Pemkot bersama DPRD Surabaya tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rumah Kos dan Kos-kosan. Regulasi baru ini akan melarang keberadaan kos campur di wilayah permukiman guna menjaga moral dan ketertiban masyarakat.

“Kalau di permukiman, kos-kosannya tidak boleh bercampur. Kos laki-laki harus laki-laki semua, perempuan harus perempuan. Kalau rumah tangga, areanya juga harus berbeda,” imbuhnya.

Eri juga meminta peran aktif masyarakat untuk turut menjaga lingkungannya. Ia menegaskan agar pemilik kos tidak menyewakan kamar kepada orang yang dicurigai serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

“Kami meminta warga aktif menjaga kampungnya dan segera melapor jika melihat gelagat mencurigakan,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga fokus menghidupkan kembali sentra UMKM dan wisata edukasi di kawasan eks lokalisasi Dolly. Eri telah menginstruksikan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) untuk mengevaluasi seluruh Sentra Wisata Kuliner (SWK) dan sentra UMKM.

“Jika tempatnya sepi, maka jenis dagangannya harus diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” terang Eri.

Untuk program wisata edukasi, Pemkot berkolaborasi dengan Karang Taruna serta komunitas pemuda setempat. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 juta per wilayah pada tahun 2026 untuk mendukung kegiatan pemberdayaan pemuda, terutama Gen Z.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Fasilitasi 2.700 Stan Kosong untuk Pedagang Pasar Tumpah

“Kita tidak ingin Pemkot yang menggerakkan, tetapi pemuda di sana yang menjalankan dan menjaga wisata edukasinya. Supaya mereka juga ikut memiliki,” pungkasnya.

Upaya terpadu ini diharapkan mampu menjaga kawasan eks lokalisasi Dolly tetap aman, produktif, dan menjadi ruang positif bagi warga serta generasi muda Surabaya.

 

Reporter: Fatkur Rizky

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.