Kamis, 23 Jul 2026 04:00 WIB

UIN KHAS Jember Komitmen Keterbukaan Informasi Publik

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 20 Nov 2025 21:35 WIB
Rektor UIN KHAS Jember dan Kepala Biro AUPK, Dr. H. Nawawi. (Foto: Humas UIN KHAS/jatimnow.com)
Rektor UIN KHAS Jember dan Kepala Biro AUPK, Dr. H. Nawawi. (Foto: Humas UIN KHAS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember berkomitmen dalam hal keterbukaan informasi publik. Itu merupakan amanah besar dalam membangun perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni di ruang konferensi Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta, saat tampil membuka Presentasi Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik 2025 didampingi oleh Kepala Biro AUPK, Dr. H. Nawawi, yang keduanya mewakili UIN KHAS Jember yang kini semakin diperhitungkan dalam lanskap PTKIN nasional.

Baca Juga: SPI UIN KHAS Jember Reviu RKAKL, Pastikan Rencana Anggaran Penuhi Standar

Prof. Hepni menegaskan, bahwa UIN KHAS Jember memandang keterbukaan informasi sebagai “amanah besar” sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, responsif, dan berkualitas.

Rektor juga menjelaskan, UIN KHAS Jember merupakan satu-satunya PTKIN di wilayah Tapal Kuda yang memiliki posisi strategis, baik secara geografis maupun sosiologis. Berbasis pesantren dan membawa nama besar Kiai Haji Achmad Siddiq, kampus ini, menurutnya, memiliki karakter tersendiri yang membentuk nilai, budaya, dan arah transformasi.

Sejak dilantik pada Oktober 2023, Prof. Hepni menyebut berbagai capaian yang diraih kampus. Akreditasi institusi yang semula A berhasil ditingkatkan menjadi APT Unggul, menempatkan UIN KHAS Jember pada posisi 9 dari 58 PTKIN se-Indonesia. Dampaknya, lebih dari 80% program studi kini telah menyandang akreditasi unggul, termasuk prodi-prodi keagamaan.

Tidak hanya itu, jumlah profesor melonjak dari empat menjadi 23, dan UIN KHAS Jember ditunjuk oleh Kementerian Agama sebagai contoh Zona Integritas, sekaligus peningkatan kapabilitas Satuan Pengawas Internal (SPI).

“Mutu bagi kami itu bermakna, upgrade, transformatif, dan unggul,” tutur Prof. Hepni.

Rektor juga mengganggu dinamika rekrutmen mahasiswa yang kini kian menantang akibat agresivitas penerimaan mahasiswa di PTN dan munculnya Ma'had Aly sebagai kompetitor di ranah keagamaan.

Untuk itu, UIN KHAS Jember membentuk unit PMB khusus yang bekerja sepanjang tahun, menjalin kerja sama strategi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, pesantren, hingga sekolah-sekolah tingkat SLTA.

Salah satu strategi uniknya adalah tiket emas, beasiswa penuh tanpa tes bagi siswa yang memiliki rekam jejak jejak kepemimpinan seperti pengurus Pramuka atau OSIS.

Baca Juga: Sivitas Akademika Diminta Segera Jaring Rektor Definitif UIN KHAS Jember

Prof Hepni juga menekankan semangat keterbukaan. Dengan dukungan kerja sama 20 media online dan saluran TV kampus, prinsip layanan publik UIN KHAS Jember dirumuskan menjadi tiga kata kunci: lebih cepat, lebih baik, lebih kuat.

Kepala Biro AUPK, Dr. Nawawi, menambahkan, dimensi penting dari transformasi tersebut yakni digitalisasi layanan. Melalui platform single sign-on (SSO), layanan akademik, administrasi, hingga keuangan kini dapat diakses dalam satu portal terpadu.

Mahasiswa tidak perlu lagi datang ke kampus hanya untuk mengurus KRS, KHS, atau perizinan. Semua dilakukan dari rumah, cepat, dan terdokumentasi. “Dampaknya luar biasa, baik dari efisiensi waktu maupun ekonomi,” ujarnya.

Dalam sesi inti, Rektor dan Kabiro AUPK menyampaikan beberapa aspek penting diantaranya, profil lembaga dan arah kebijakan pimpinan, Inovasi dan produk PPID, Transformasi digital: sebelum-sesudah, Efek PPID terhadap layanan publik, indikator inovasi dan kerja sama media.

Selain itu juga, strategi publikasi, penelitian, dan edukasi masyarakat, integrasi keterbukaan dalam aspek akademik dan nonakademik, mekanisme pengaduan dan evaluasi kepuasan masyarakat, strategi pemasaran, pembukaan prodi baru, dan penyerapan alumni dan pengembangan kewirausahaan untuk dosen dan mahasiswa

Baca Juga: Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Presentasi ini sekaligus menegaskan, keterbukaan informasi bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi bagian dari budaya akademik yang sedang ditanamkan.

Salah satu isu yang turut dibahas adalah bagaimana keterbukaan informasi digabungkan ke dalam proses akademik dan non-akademik, serta bagaimana mengembangkan ekosistem kewirausahaan.

“Semua diarahkan untuk membangun kampus yang transparan, berintegritas, dan berkualitas,” tutup Prof. Hepni.

UIN KHAS Jember, melalui kepemimpinan Rektor Prof. Hepni dan Kabiro AUPK Dr. Nawawi, tampak menempatkan keterbukaan sebagai inti transformasi.

Tidak sekedar memenuhi standar, tetapi menjadikannya bagian dari lembaga kultur, menuju kampus yang bergerak lebih cepat, lebih baik, dan lebih kuat di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat. 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.