Minggu, 07 Jun 2026 06:20 WIB

Foto: Dampak Erupsi Gunung Semeru

Pemandangan udara ini menunjukkan area terdampak awan panas dan lahar dingin Gunung Semeru di Lumajang, Kamis (21/11/2025). Rumah-rumah penduduk yang nyaris terkubur material vulkanik menjadi saksi bisu dahsyatnya erupsi. (Foto/BPBD)
Pemandangan udara ini menunjukkan area terdampak awan panas dan lahar dingin Gunung Semeru di Lumajang, Kamis (21/11/2025). Rumah-rumah penduduk yang nyaris terkubur material vulkanik menjadi saksi bisu dahsyatnya erupsi. (Foto/BPBD)

jatimnow.com - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat drastis pada Rabu (19/11/2025) dengan memuntahkan Awan Panas Guguran (APG). Fenomena khas Semeru ini terekam sejak pukul 14.30 WIB, dengan intensitas luncuran yang terus bertambah.

Kedahsyatan erupsi gunung Semeru ini terlihat dari kecepatan APG yang bisa mencapai lebih dari 100 km/jam, membuat wilayah terdampak sangat berbahaya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Alur-alur sungai curam, termasuk Besuk Kobokan dan Besuk Bang, menjadi jalur utama luncuran material. Merespons ancaman cepat ini, BPBD Lumajang segera mengambil langkah mitigasi dengan membunyikan sirine bahaya dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengimbau warga menjauh dari zona bahaya.

Mengingat Semeru berada pada fase erupsi jangka panjang, masyarakat diimbau untuk hanya memantau perkembangan resmi dari pemerintah daerah dan Badan Geologi.

Berikut Foto-foto Akibat Erupsi Gunung Semeru:

Inilah gambaran nyata dampak erupsi Gunung Semeru, di mana aliran material vulkanik membentuk pola unik di permukaan bumi. Lahan yang sebelumnya hijau kini diselimuti abu dan bebatuan. (Foto/BPBD)Inilah gambaran nyata dampak erupsi Gunung Semeru, di mana aliran material vulkanik membentuk pola unik di permukaan bumi. Lahan yang sebelumnya hijau kini diselimuti abu dan bebatuan. (Foto/BPBD)

 

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

emandangan dari ketinggian ini memperlihatkan secara jelas alur atau jalur material vulkanik yang turun dari puncak Semeru. Area ini merupakan zona yang diimbau PVMBG agar dihindari oleh masyarakat, terutama sektor Besuk Kobokan, karena bahaya awan panas dan lahar. Tim SAR tetap waspada saat melakukan pemantauan dan operasi di kawasan sekitar. (Foto/BPBD)emandangan dari ketinggian ini memperlihatkan secara jelas alur atau jalur material vulkanik yang turun dari puncak Semeru. Area ini merupakan zona yang diimbau PVMBG agar dihindari oleh masyarakat, terutama sektor Besuk Kobokan, karena bahaya awan panas dan lahar. Tim SAR tetap waspada saat melakukan pemantauan dan operasi di kawasan sekitar. (Foto/BPBD)

 

Foto udara ini menampakkan aliran masif material vulkanik berupa abu, pasir, dan bebatuan yang menuruni lereng Gunung Semeru. Area ini, khususnya di sektor tenggara Besuk Kobokan, merupakan zona terlarang (radius 20 km) yang diimbau PVMBG untuk tidak dimasuki oleh warga dan relawan. Tim SAR dan petugas terkait terus memantau pergerakan material ini demi keselamatan operasi evakuasi di Lumajang. (Foto/BPBD)Foto udara ini menampakkan aliran masif material vulkanik berupa abu, pasir, dan bebatuan yang menuruni lereng Gunung Semeru. Area ini, khususnya di sektor tenggara Besuk Kobokan, merupakan zona terlarang (radius 20 km) yang diimbau PVMBG untuk tidak dimasuki oleh warga dan relawan. Tim SAR dan petugas terkait terus memantau pergerakan material ini demi keselamatan operasi evakuasi di Lumajang. (Foto/BPBD)

 

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Aliran material vulkanik yang tebal dan luas menunjukkan dahsyatnya dampak erupsi. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Tim SAR gabungan yang harus melakukan evakuasi estafet korban luka dan mendistribusikan bantuan ke wilayah terisolasi. (Foto/BPBD)Aliran material vulkanik yang tebal dan luas menunjukkan dahsyatnya dampak erupsi. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Tim SAR gabungan yang harus melakukan evakuasi estafet korban luka dan mendistribusikan bantuan ke wilayah terisolasi. (Foto/BPBD)

 

Perbandingan dramatis ini menunjukkan halaman SD Negeri Supiturang 04 (atas, 26 Agustus 2025) yang ramai oleh siswa, berbanding terbalik dengan kondisi setelah erupsi (bawah) yang dipenuhi material vulkanik dan batu-batu besar. Ironisnya, SD 04 Supiturang kini menjadi salah satu lokasi utama yang digunakan sebagai tempat penampungan bagi 956 warga yang mengungsi dari daerah terdampak erupsi Semeru. (Foto/Relawan SAR)Perbandingan dramatis ini menunjukkan halaman SD Negeri Supiturang 04 (atas, 26 Agustus 2025) yang ramai oleh siswa, berbanding terbalik dengan kondisi setelah erupsi (bawah) yang dipenuhi material vulkanik dan batu-batu besar. Ironisnya, SD 04 Supiturang kini menjadi salah satu lokasi utama yang digunakan sebagai tempat penampungan bagi 956 warga yang mengungsi dari daerah terdampak erupsi Semeru. (Foto/Relawan SAR)

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.