Sabtu, 06 Jun 2026 10:15 WIB

ITS Dorong Inovasi dan Kemitraan di QS Higher Ed APAC Summit 2025

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati, menjadi salah satu panelis utama di QS Higher Education Summit Asia Pasific (APAC) 2025 di Seoul, Korea Selatan. (Foto: Humas ITS for JatimNow.com)
Rektor ITS Prof Bambang Pramujati, menjadi salah satu panelis utama di QS Higher Education Summit Asia Pasific (APAC) 2025 di Seoul, Korea Selatan. (Foto: Humas ITS for JatimNow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendorong kolaborasi antar negara ASEAN dalam ajang QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2025 yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, 4 – 6 November 2025.

Visi tentang komunitas pembelajar ASEAN yang inklusif dan saling terhubung menjadi sorotan utama dalam sesi panel bertajuk "How Universities are Shaping ASEAN’s Tomorrow", Rabu (5/11) sore waktu setempat.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Sesi panel ini membahas bagaimana kolaborasi, nilai-nilai, dan inovasi dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ASEAN, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, menjadi salah satu pembicara bersama Wakil Presiden dan Wakil Rektor Sunway University Malaysia Prof Sibrandes Poppema, Wakil Presiden Ho Chi Minh City University of Technology Vietnam Dr Ly Thien Trang, serta Direktur Eksekutif QS Asia-Pacific Jeroen Prinsen.

Mewakili Indonesia, Rektor ITS menjelaskan bahwa ITS terus mendorong inovasi melalui pembentukan Science Technopark, tempat para peneliti dan mitra industri berkolaborasi di bidang teknologi maritim, otomotif, dan robotika.

"Platform ini memberikan ruang bagi peneliti dan perusahaan untuk mengubah inovasi menjadi dampak nyata," jelas Bambang.

Ia juga membahas program dana padanan (matching fund) dari pemerintah Indonesia yang memperkuat kemitraan antara universitas dan industri, mendukung mobilitas mahasiswa dan staf, serta kolaborasi riset internasional.

"Untuk ASEAN bisa maju, kita harus tumbuh sebagai satu komunitas pembelajar, yakni bersatu dalam kemanusiaan, lebih terhubung, dan lebih kolaboratif," tegas Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS ini.

Prof Sibrandes Poppema menegaskan bahwa universitas tidak hanya harus membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis (hard skills) dan interpersonal (soft skills), tetapi juga dengan nilai-nilai moral yang kuat.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

"Keterampilan mungkin bisa membawa anda mendapatkan pekerjaan, tetapi nilai-nilai menentukan kesuksesan jangka panjang anda," ujarnya.

Ia juga mengedepankan pendekatan Sunway University yang menanamkan integritas dan kerendahan hati sebagai dasar keberlanjutan karier.

Dari Vietnam, Dr Ly Thien Trang menggarisbawahi pentingnya penyelarasan pendidikan dengan prioritas nasional dan regional.

Ia menjelaskan bahwa Ho Chi Minh City University of Technology mendorong kemitraan erat dengan industri dan mengintegrasikan kewirausahaan ke dalam kurikulum untuk mencetak pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja.

Baca Juga: ITS Resmikan Wall Climbing, Dorong Jatim Jadi Lumbung Atlet Panjat Tebing

"Dukungan kebijakan sangat penting. Kami menyesuaikan program dengan strategi nasional, termasuk pemeringkatan universitas dan internasionalisasi," ujarnya.

Diskusi yang dimoderatori oleh Jeroen Prinsen dari QS ini mencerminkan optimisme bersama bahwa universitas-universitas ASEAN kini bergerak melampaui persaingan menuju kolaborasi yang berfokus pada keberlanjutan, kewirausahaan, dan nilai-nilai kemanusiaan bersama.

Para pembicara sepakat bahwa masa depan pendidikan tinggi di kawasan ini akan sangat bergantung pada kemampuan institusi untuk memanfaatkan energi kolektif dan kemitraan strategis dalam mendorong kemajuan berkelanjutan.

Di akhir sesi, satu pesan menggaung dengan kuat, yakni masa depan ASEAN tidak akan ditentukan oleh batas-batas negara, melainkan oleh kolaborasi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.