Minggu, 14 Jun 2026 01:28 WIB

Longsor Terjadi di Area JLS Tulungagung Sebabkan Dua Warung Rusak

  • Penulis :
  • | Senin, 27 Okt 2025 08:01 WIB
Foto: Petugas saat mendatangi lokasi ongsor di Tulungagung. (Polres Tulungagung/jatimnow.com)
Foto: Petugas saat mendatangi lokasi ongsor di Tulungagung. (Polres Tulungagung/jatimnow.com)

jatimnow.com-Intensitas hujan tinggi menyebabkan longsor terjadi di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Lereng sepanjang 70 meter mengalami longsor. Peristiwa longsor tersebut menyeret dua warung milik warga hingga mengalami kerusakan parah. Kedua bangunan bahkan nyaris terjatuh ke Pantai Sine yang berada tepat di bawah lokasi kejadian.

Sebelum longsor terjadi, warga sekitar sempat melihat munculnya retakan-retakan tanah di sekitar warung. Menyadari potensi bahaya, para pedagang segera mengevakuasi barang dagangan. Tak lama kemudian lereng tiba-tiba ambles dan menyeret dua warung tersebut.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

“Awalnya muncul retakan-retakan di sekitar warung. Kami khawatir dan langsung evakuasi barang-barang. Pagi harinya tanah longsor dan menyeret warung saya dan milik Solikin. Akibat kejadian ini kami mengalami kerugian Rp 250 juta,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu Camat Kalidawir, Rusdianto mengatakan Untuk mencegah longsor susulan, petugas BPBD bersama pemerintah setempat memasang terpal di titik longsor serta garis pembatas guna melarang warga beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka meminta warga untuk tidak melakukan aktivtas di sekitar lokasi kejadian.

“Kami memasang garis pembatas agar masyarakat tidak mendekat. BPBD juga memasang terpal untuk mengurangi potensi longsor susulan,” tuturnya.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

Sebelumnya, pihak Perhutani dan pemerintah daerah telah menertibkan puluhan warung yang berdiri di atas lereng karena tidak memiliki izin dan berada di area rawan longsor. Lokasi tersebut diketahui memiliki struktur tanah timbunan, langsung menghadap laut dengan kemiringan lebih dari 45 derajat dan kedalaman lebih dari 50 meter, sehingga sangat rentan mengalami longsor. Pemerintah mengimbau warga dan pengunjung untuk tidak beraktivitas di sekitar titik longsor hingga situasi dinyatakan aman.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.