Minggu, 07 Jun 2026 00:59 WIB

Buku Tambo Girisik Resmi Diluncurkan di Malam Puncak Literatutur 2025

Peluncuran buku Tambo Girisik di acara "Malam Puncak Literatutur 2025" yang diselenggarakan Yayasan Gang Sebelah di halaman Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Gresik. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Peluncuran buku Tambo Girisik di acara "Malam Puncak Literatutur 2025" yang diselenggarakan Yayasan Gang Sebelah di halaman Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Gresik. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Peluncuran buku Tambo Girisik digelar dalam acara Malam Puncak Literatutur 2025 yang diselenggarakan Yayasan Gang Sebelah di halaman Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Acara berlangsung meriah.

Kegiatan tersebut dihadiri sastrawan, seniman, budayawan, penulis, akademisi, dan para pegiat literasi. Selama acara, hadirin disuguhkan penampilan musikalisasi puisi, pembacaan cerpen, diskusi publik, hingga testimoni serta peluncuran buku kumpulan cerpen berjudul Tambo Girisik.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Ketua Yayasan Gang Sebelah, Hidayatul Nikmah, menjelaskan bahwa “Tambo” memiliki makna hikayat, sedangkan “Girisik” merujuk pada Gresik. Buku ini berupaya memotret Gresik bukan hanya dari sudut pandang warga lokal, tetapi juga dari perspektif para penulis luar daerah.

Peluncuran buku tersebut menjadi puncak dari rangkaian kegiatan residensi literatutur yang telah dilaksanakan pada 19–21 September 2025. Dari seleksi penulis tingkat nasional, terpilih sepuluh nama yang kemudian diundang ke Gresik dan menghasilkan sepuluh cerpen yang dibukukan dalam Tambo Girisik.

“Kami membuka seleksi bagi penulis dari seluruh Indonesia, lalu memilih sepuluh peserta. Kami ajak mereka ke kawasan situs Giri Kedaton,” ujar Hidayatul.

Ia menambahkan, kunjungan ke situs Giri Kedaton tersebut menghasilkan tulisan yang mengangkat hikayat dan sejarah kawasan itu. Selain situs sejarah, peserta juga diajak melihat potensi budaya Gresik untuk kemudian ditulis dari sudut pandang masing-masing.

“Salah satu isinya dibacakan dalam pentas pembacaan cerpen oleh Lusia Priandarini, sebagai pembuka,” jelasnya.

Pembina Yayasan Gang Sebelah, Dewi Musdalifah, mengatakan bahwa residensi tersebut merupakan upaya memandang Gresik melalui “mata orang lain”.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

“Mungkin bagi warga Gresik sendiri, kota ini terlihat biasa dan rumit. Tapi lewat perspektif orang luar, kita diajak melihat Gresik secara jujur. Harapannya, kecintaan terhadap kota ini bisa tumbuh kembali,” ujar Dewi.

Dewi berharap residensi ini terus berlanjut setiap tahun, termasuk menghadirkan lebih banyak penulis dari berbagai daerah dengan konsep berbeda.

“Titik fokusnya adalah Gresik sebagai tuan rumah bagi siapa saja. Itu semangat gerakan budaya dan seni Yayasan Gang Sebelah,” tegasnya.

Salah satu peserta residensi, Rosul Jaya Raya, mengaku terkesima dengan Gresik. Ia menyebut bayangannya selama ini berbeda dengan realitas yang ditemuinya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

“Saya kira Gresik hanya kota industri, urban, dan kota santri. Tapi setelah tiga hari ikut kegiatan ini, saya melihat Gresik memiliki potensi sejarah dan kebudayaan luar biasa, bahkan menjadi pusat peradaban Islam melalui Wali Songo,” tutur Rosul.

Sementara peserta lain, Eka Aprilia R dari Wringinanom, juga merasakan pengalaman serupa.

“Karena tinggal di perbatasan, saya justru kurang tahu tentang Gresik. Lewat kegiatan ini saya jadi jatuh cinta pada kota sendiri,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan diskusi publik bersama tiga narasumber: Ketua Dewan Kebudayaan Gresik, Irfan Akbar Prawiro; pemerhati budaya, Zimam; serta budayawan Nur Faqih, dengan moderator akademisi Raleva Febrina.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.