Rabu, 22 Jul 2026 05:01 WIB

Buku Tambo Girisik Resmi Diluncurkan di Malam Puncak Literatutur 2025

Peluncuran buku Tambo Girisik di acara "Malam Puncak Literatutur 2025" yang diselenggarakan Yayasan Gang Sebelah di halaman Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Gresik. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Peluncuran buku Tambo Girisik di acara "Malam Puncak Literatutur 2025" yang diselenggarakan Yayasan Gang Sebelah di halaman Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Gresik. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Peluncuran buku Tambo Girisik digelar dalam acara Malam Puncak Literatutur 2025 yang diselenggarakan Yayasan Gang Sebelah di halaman Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Acara berlangsung meriah.

Kegiatan tersebut dihadiri sastrawan, seniman, budayawan, penulis, akademisi, dan para pegiat literasi. Selama acara, hadirin disuguhkan penampilan musikalisasi puisi, pembacaan cerpen, diskusi publik, hingga testimoni serta peluncuran buku kumpulan cerpen berjudul Tambo Girisik.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Ketua Yayasan Gang Sebelah, Hidayatul Nikmah, menjelaskan bahwa “Tambo” memiliki makna hikayat, sedangkan “Girisik” merujuk pada Gresik. Buku ini berupaya memotret Gresik bukan hanya dari sudut pandang warga lokal, tetapi juga dari perspektif para penulis luar daerah.

Peluncuran buku tersebut menjadi puncak dari rangkaian kegiatan residensi literatutur yang telah dilaksanakan pada 19–21 September 2025. Dari seleksi penulis tingkat nasional, terpilih sepuluh nama yang kemudian diundang ke Gresik dan menghasilkan sepuluh cerpen yang dibukukan dalam Tambo Girisik.

“Kami membuka seleksi bagi penulis dari seluruh Indonesia, lalu memilih sepuluh peserta. Kami ajak mereka ke kawasan situs Giri Kedaton,” ujar Hidayatul.

Ia menambahkan, kunjungan ke situs Giri Kedaton tersebut menghasilkan tulisan yang mengangkat hikayat dan sejarah kawasan itu. Selain situs sejarah, peserta juga diajak melihat potensi budaya Gresik untuk kemudian ditulis dari sudut pandang masing-masing.

“Salah satu isinya dibacakan dalam pentas pembacaan cerpen oleh Lusia Priandarini, sebagai pembuka,” jelasnya.

Pembina Yayasan Gang Sebelah, Dewi Musdalifah, mengatakan bahwa residensi tersebut merupakan upaya memandang Gresik melalui “mata orang lain”.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

“Mungkin bagi warga Gresik sendiri, kota ini terlihat biasa dan rumit. Tapi lewat perspektif orang luar, kita diajak melihat Gresik secara jujur. Harapannya, kecintaan terhadap kota ini bisa tumbuh kembali,” ujar Dewi.

Dewi berharap residensi ini terus berlanjut setiap tahun, termasuk menghadirkan lebih banyak penulis dari berbagai daerah dengan konsep berbeda.

“Titik fokusnya adalah Gresik sebagai tuan rumah bagi siapa saja. Itu semangat gerakan budaya dan seni Yayasan Gang Sebelah,” tegasnya.

Salah satu peserta residensi, Rosul Jaya Raya, mengaku terkesima dengan Gresik. Ia menyebut bayangannya selama ini berbeda dengan realitas yang ditemuinya.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

“Saya kira Gresik hanya kota industri, urban, dan kota santri. Tapi setelah tiga hari ikut kegiatan ini, saya melihat Gresik memiliki potensi sejarah dan kebudayaan luar biasa, bahkan menjadi pusat peradaban Islam melalui Wali Songo,” tutur Rosul.

Sementara peserta lain, Eka Aprilia R dari Wringinanom, juga merasakan pengalaman serupa.

“Karena tinggal di perbatasan, saya justru kurang tahu tentang Gresik. Lewat kegiatan ini saya jadi jatuh cinta pada kota sendiri,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan diskusi publik bersama tiga narasumber: Ketua Dewan Kebudayaan Gresik, Irfan Akbar Prawiro; pemerhati budaya, Zimam; serta budayawan Nur Faqih, dengan moderator akademisi Raleva Febrina.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.