Rabu, 22 Jul 2026 09:06 WIB

Gubes ITS Ungkap Cara Cerdas Selamatkan Industri Kimia dari Bahaya

Guru Besar ke-234 ITS Prof Ir Juwari ST MEng PhD menekankan pentingnya integrasi rekayasa sistem dengan keselamatan proses dalam industri kimia. (Foto/Humas ITS for jatimnow.com)
Guru Besar ke-234 ITS Prof Ir Juwari ST MEng PhD menekankan pentingnya integrasi rekayasa sistem dengan keselamatan proses dalam industri kimia. (Foto/Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kompleksitas industri kimia modern menuntut solusi inovatif dan berkelanjutan. Guru Besar ke-234 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Juwari, menawarkan gagasan integrasi efisiensi proses, keselamatan kerja, dan kepedulian lingkungan sebagai kunci mewujudkan industri kimia yang berkelanjutan.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Juwari menegaskan peran vital industri kimia sebagai tulang punggung kehidupan modern. "Hampir seluruh kebutuhan manusia bergantung pada produk kimia. Namun, manfaat ini juga membawa potensi bahaya," ujarnya.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

Menurutnya, tantangannya adalah bagaimana membuat industri kimia selamat, ramah lingkungan, dan tetap menguntungkan. Rekayasa sistem dan keselamatan proses adalah jawabannya.

Alumnus S1 Teknik Kimia ITS ini menjelaskan bahwa rekayasa sistem proses berfokus pada desain pabrik yang efisien, hemat energi, dan minim limbah. Keselamatan proses melengkapi rekayasa sistem dengan mencegah risiko sejak awal melalui konsep Layer of Protection Analysis (LOPA).

Prof. Juwari juga mengingatkan amanah UUD 1945 yang mencakup perlindungan karyawan, aset industri, dan pasokan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: ITS Kembangkan Alat Panjat Kelapa, Petani Bisa Panen Lebih Cepat dan Aman

Prof. Juwari menghubungkan risetnya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Ia mendorong integrasi energi bersih, pemanfaatan limbah, dan penerapan standar keselamatan internasional seperti Process Safety Management (PSM) di industri kimia Indonesia.

"Ini penting agar industri tetap kompetitif, berkelanjutan, dan aman bagi masyarakat," tegasnya.

Prof. Juwari juga menawarkan inovasi keilmuan, seperti optimasi jaringan hidrogen, metode kontrol sistem multivariabel, dan simulasi dispersi bahan kimia menggunakan computational fluid dynamics. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi industri dan menekan risiko kecelakaan kerja.

Baca Juga: BEM ITS Gelar Mimbar Bebas, Soroti Sejumlah Kebijakan Pemerintah

Guru besar yang aktif di Laboratorium Rekayasa Sistem Proses Departemen Teknik Kimia ITS ini berharap kontribusinya dapat mengakselerasi transformasi industri nasional. Dengan pengembangan ilmu yang selaras dengan kebutuhan energi bersih, teknologi cerdas, dan budaya keselamatan, industri kimia Indonesia diyakini dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.

"Industri kimia harus sustain agar masyarakat yang bekerja maupun tinggal di sekitarnya merasa aman, serta kebutuhan industri tetap terjaga pasokannya," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.