Minggu, 07 Jun 2026 22:31 WIB

Foto: Menengok Terapi Autis di Malang Autism Center

Seorang terapis di Malang Autism Center dengan sabar menekan bola terapi di punggung anak autisme untuk melatih sensorik dan relaksasi otot. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Seorang terapis di Malang Autism Center dengan sabar menekan bola terapi di punggung anak autisme untuk melatih sensorik dan relaksasi otot. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Setiap pelukan, setiap senyum, dan setiap tangisan yang mereka temui adalah bahasa cinta tanpa kata. Di balik setiap kemajuan kecil anak-anak autisme, ada tangan-tangan sabar yang tak pernah lelah menuntun para terapis yang menjadikan kesabaran sebagai bentuk tertinggi kasih sayang.

Itulah secuil kata yang terbesit ketika melihat perjuangan para terapis autis di Malang Autism Center (MAC). Harus diakui, mendampingi penyandang autisme tidaklah mudah. Anak Surga, begitu mereka disebut. Begitu kompleks, marah, menangis, atau tertawa tanpa alasan yang jelas, menguji ketahanan para terapis.

Baca Juga: Gerak Senyap Kelurahan di Malang Wujudkan Mimpi Ramah Disabilitas 2026

Malang Autism Center (MAC) merupakan lembaga penyedia layanan terapi perilaku bagi individu yang mengalami autism spectrum disorder (ASD). MAC menerapkan metode applied behaviour analysis (ABA) yang sudah teruji.

Berdiri sejak Oktober 2015, MAC memberikan layanan pada anak ASD dengan konsep boarding atau berasrama. Bersama tenaga terapis autis yang berpengalaman di bidangnya, MAC secara eksklusif menangani perbaikan perilaku anak ASD menjadi lebih adaptif serta berupaya menyiapkan mereka menuju kehidupan yang mandiri. MAC berlokasi di Jl. Manggar No. 08 Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Inilah Foto-foto Fisioterapi autisme di MAC Besutan Mohammad Cahyadi:

Para terapis Malang Autism Center mendampingi anak-anak autisme menjalani sesi terapi fisik di ruang terbuka. Setiap gerakan, sentuhan, dan instruksi dilakukan dengan penuh kesabaran untuk melatih koordinasi tubuh, fokus, serta kontrol emosi. Di balik suasana sederhana itu, tersimpan dedikasi besar para terapis yang setiap hari berjuang menuntun anak-anak istimewa menuju kemandirian. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Para terapis Malang Autism Center mendampingi anak-anak autisme menjalani sesi terapi fisik di ruang terbuka. Setiap gerakan, sentuhan, dan instruksi dilakukan dengan penuh kesabaran untuk melatih koordinasi tubuh, fokus, serta kontrol emosi. Di balik suasana sederhana itu, tersimpan dedikasi besar para terapis yang setiap hari berjuang menuntun anak-anak istimewa menuju kemandirian. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

 

Seorang terapis dengan sabar membantu anak autisme melakukan latihan peregangan di Malang Autism Center. Gerakan sederhana ini melatih koordinasi dan kekuatan otot sekaligus membantu anak mengenali batas tubuhnya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Seorang terapis dengan sabar membantu anak autisme melakukan latihan peregangan di Malang Autism Center. Gerakan sederhana ini melatih koordinasi dan kekuatan otot sekaligus membantu anak mengenali batas tubuhnya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca Juga: Siapa Bilang Anak Autisme Tak Bisa Kerja? Intip Pabrik Air MAC di Malang

 

Dengan penuh kesabaran, seorang terapis membantu anak autisme menjalani latihan motorik di Malang Autism Center. Sesi ini melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh agar anak lebih sadar akan gerak dan kontrol dirinya. Di ruang sederhana ini, setiap gerakan menjadi langkah kecil menuju kemandirian dan kepercayaan diri bagi anak-anak istimewa. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Dengan penuh kesabaran, seorang terapis membantu anak autisme menjalani latihan motorik di Malang Autism Center. Sesi ini melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh agar anak lebih sadar akan gerak dan kontrol dirinya. Di ruang sederhana ini, setiap gerakan menjadi langkah kecil menuju kemandirian dan kepercayaan diri bagi anak-anak istimewa. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

 

Suasana sesi terapi di Malang Autism Center. Para terapis mendampingi anak-anak autisme berlatih motorik dan keseimbangan tubuh dengan berbagai metode gerak. Aktivitas ini tak hanya melatih fisik, tetapi juga membantu anak-anak belajar fokus, disiplin, dan percaya diri. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Suasana sesi terapi di Malang Autism Center. Para terapis mendampingi anak-anak autisme berlatih motorik dan keseimbangan tubuh dengan berbagai metode gerak. Aktivitas ini tak hanya melatih fisik, tetapi juga membantu anak-anak belajar fokus, disiplin, dan percaya diri. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca Juga: Hebat! Tangan Tangguh Anak Autisme Malang Olah 27.776 Paket Nasi Ramadan

 

Latihan keseimbangan menjadi salah satu metode terapi di Malang Autism Center untuk melatih fokus dan koordinasi tubuh anak-anak autisme. Dengan pendampingan terapis, mereka belajar mengenali tekanan, menjaga postur, dan menstabilkan gerak tubuh. Setiap langkah kecil di atas alat sederhana ini adalah proses panjang menuju kemandirian dan rasa percaya diri. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Latihan keseimbangan menjadi salah satu metode terapi di Malang Autism Center untuk melatih fokus dan koordinasi tubuh anak-anak autisme. Dengan pendampingan terapis, mereka belajar mengenali tekanan, menjaga postur, dan menstabilkan gerak tubuh. Setiap langkah kecil di atas alat sederhana ini adalah proses panjang menuju kemandirian dan rasa percaya diri. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

 

Seorang terapis membantu anak autisme melakukan latihan peregangan di Malang Autism Center. Terapi ini bertujuan memperkuat otot, meningkatkan fokus, dan membantu anak mengontrol respon sensoriknya (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Seorang terapis membantu anak autisme melakukan latihan peregangan di Malang Autism Center. Terapi ini bertujuan memperkuat otot, meningkatkan fokus, dan membantu anak mengontrol respon sensoriknya (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.