Sabtu, 06 Jun 2026 10:13 WIB

Trans7 Minta Maaf ke Lirboyo, GP Ansor Jatim: Jangan Terulang!

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 14 Okt 2025 13:20 WIB
Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, menyampaikan permohonan maaf tersebut melalui keterangan tertulis dan video melalui Instagram @officialtrans7
Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, menyampaikan permohonan maaf tersebut melalui keterangan tertulis dan video melalui Instagram @officialtrans7

jatimnow.com - Stasiun televisi Trans7 menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait isi pemberitaan dalam salah satu programnya, Terra Sujo, yang dinilai menyangkut Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri. Permohonan maaf ini disampaikan setelah mendapat kecaman keras dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur.

Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, menyampaikan permohonan maaf tersebut melalui keterangan tertulis dan video melalui Instagram @officialtrans7

Baca Juga: Mencemburui Homeless Media

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Selawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam," buka Andi Chairil.

"Berkaitan dengan isi berita salah satu program di Terra Sujo yang menyangkut Pondok Pesantren Lirboyo, pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Kyai Haji Anwar Mansur beserta keluarga besar, juga para pengasuh, para santri, dan alumni dari Pondok Pesantren Lirboyo," lanjutnya.

Andi Chairil mengakui adanya kelalaian dalam proses produksi program tersebut. "Kami mengakui kelalaian dalam isi pemberitaan itu di mana kami tidak melakukan sensor yang mendalam secara teliti materi dari pihak luar. Namun, kami tidak berlepas tanggung jawab atas kesalahan tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Chairil menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada salah satu putra Kyai Haji Anwar Mansur.

"Kami telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada salah satu putra Kyai Haji Anwar Mansur pada Senin malam dengan Gus Adib. Dan pada pagi ini kami pun telah menyampaikan surat permohonan maaf secara resmi melalui WA kepada Gus Adib untuk disampaikan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo dan hard copy akan segera kami kirimkan," jelasnya.

Baca Juga: DPRD dan GP Ansor Kota Probolinggo Perjuangkan Insentif Guru Ngaji dan Bosda

"Jadi sekali lagi kami mengakui kelalaian kami dan kami mohon maaf atas hal tersebut. Untuk ke depannya ini akan menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti dan untuk bisa memahami rasa hubungan antara santri dengan para kyainya, dengan pengasuh, dan dengan alumni. Sekali lagi kami mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas kelalaian kami ini. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutup Andi Chairil.

Sebelumnya, PW GP Ansor Jawa Timur mengecam keras Trans7 atas penayangan narasi yang dinilai merendahkan dan melecehkan Kiai serta Pondok Pesantren Lirboyo.

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menegaskan bahwa narasi tersebut bukan hanya menyinggung satu lembaga pesantren, tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap seluruh pesantren dan komunitas santri di Indonesia.

"Pelecehan ini tidak hanya ditujukan kepada Lirboyo, tetapi juga kepada seluruh pesantren dan para kiai yang selama ini menjadi penjaga moral bangsa," tegas H. Musaffa Safril dalam pernyataannya, Selasa (14/10). "Ini bentuk penghinaan terhadap simbol-simbol keilmuan dan kemuliaan pesantren," sambungnya.

Baca Juga: Datangi Dewan Pers, PPMI Minta Perlindungan Untuk Pers Mahasiswa

PW GP Ansor Jawa Timur mengultimatum pihak Trans7 agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan langsung kepada Pondok Pesantren Lirboyo serta kepada masyarakat pesantren secara luas. Mereka juga menyerukan boikot Trans7 jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

"Kami menuntut permintaan maaf resmi dan terbuka dari pihak Trans7," lanjut H. Musaffa Safril. "Bila hal ini tidak segera dilakukan, kami menyerukan kepada masyarakat, terutama kalangan pesantren dan santri, untuk melakukan boikot terhadap seluruh tayangan Trans7 sebagai bentuk protes moral," tegasnya.

GP Ansor Jawa Timur juga mendesak Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.