Sabtu, 06 Jun 2026 22:49 WIB

Gubernur Khofifah Tinjau Evakuasi Akhir Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

  • Penulis :
  • | Selasa, 07 Okt 2025 20:00 WIB
Khofifah saat meninjau evakuasi terakhir reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny. (Foto: Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Khofifah saat meninjau evakuasi terakhir reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny. (Foto: Pemprov Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung proses evakuasi akhir dan pembersihan material reruntuhan mushola di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin (6/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penanganan bencana berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi antara tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/Polri, relawan, dan pihak pesantren.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bekerja keras sejak awal proses evakuasi. Alhamdulillah, progresnya signifikan dan kini kita memasuki tahapan akhir,” ujar Gubernur Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berada di lokasi hingga seluruh korban berhasil diidentifikasi secara tuntas. Ia menyampaikan bahwa Selasa (7/10/2025) operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) resmi ditutup karena seluruh korban telah ditemukan.

“Mulai hari ini fokus penanganan beralih ke RS Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI,” jelasnya.

Selain memastikan aspek teknis berjalan baik, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis dan spiritual bagi para santri yang terdampak.

“Pendampingan psikologis dan spiritual sangat penting. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” tegasnya.

Di akhir kunjungan, Khofifah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” tuturnya.

Dampingi Keluarga Korban di RS Bhayangkara

Usai meninjau lokasi reruntuhan, Gubernur Khofifah melanjutkan kunjungan ke RS Bhayangkara Surabaya untuk mendampingi keluarga korban dalam proses pengumpulan data Ante Mortem (AM).

Baca Juga: Khofifah Dampingi Sheikh Afeefuddin Kunjungi Ponpes Genggong Probolinggo

Suasana haru menyelimuti ruang tunggu keluarga ketika Khofifah berbicara langsung dengan para orang tua santri, termasuk Halimah, ibu dari almarhum Saki Yusuf, salah satu korban musibah tersebut.

“Ibu makan ya, jangan sampai tidak makan. Kalau ibu sakit nanti malah tidak bisa menemani proses ini,” ucap Khofifah sembari menggenggam dan memeluk Halimah.

Gubernur juga turut membantu menghubungi keluarga korban lainnya di Bangkalan agar segera datang ke Surabaya untuk proses pencocokan data AM. Ia mengapresiasi kinerja Tim DVI yang bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh melakukan identifikasi dengan penuh ketelitian.

“Kinerja Tim DVI luar biasa. Mereka bekerja profesional, cepat, dan penuh dedikasi. Terima kasih juga untuk tim forensik, pakar dari Unair, serta seluruh pihak yang membantu,” ungkapnya.

Dari hasil identifikasi, total 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi, dengan lima di antaranya dilakukan di RS Sidoarjo, dan 12 lainnya di RS Bhayangkara Surabaya. Proses rekonsiliasi data dilakukan secara hati-hati melalui pencocokan Ante Mortem (AM), Post Mortem (PM), serta uji DNA.

Baca Juga: Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Surplus, SDM dan Infrastruktur Pemotongan Siap

Kepada keluarga korban, Gubernur Khofifah berpesan agar tetap tabah dan sabar menunggu hasil akhir proses identifikasi.

“Mudah-mudahan para santri yang berpulang diterima di sisi Allah SWT dalam keadaan husnul khatimah. Mereka wafat dalam keadaan menuntut ilmu dan beribadah—insya Allah mati syahid,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Khofifah kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi gabungan.

“Terima kasih untuk BNPB, Basarnas, TNI-Polri, Tim DVI, Tagana, relawan, dan semua pihak atas kerja keras, kekompakan, dan keikhlasan yang luar biasa. Semoga Allah SWT membalas dengan pahala yang berlipat,” pungkasnya.

Reporter: Fatkur Rizki

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.