Rabu, 22 Jul 2026 12:29 WIB

Peternak Ayam Broiler Lamongan Demo, Resah Sering Didatangi Oknum APH

Demo paguyuban pengusaha ayam broiler Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Demo paguyuban pengusaha ayam broiler Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan anggota Paguyuban Peternak Ayam Broiler Lamongan menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD dan Polres Lamongan, Rabu (1/10/2025). Mereka resah sering didatangi oknum aparat penegak hukum (APH) yang mempermasalahkan izin tempat usahanya.

Ketua paguyuban, Aminarto menyampaikan bahwa peternak kerap didatangi pihak berwenang tanpa pendampingan instansi terkait. Tak jarang peternak juga dipanggil tanpa surat resmi.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

"Kesabaran kami sudah memuncak. Kami sudah mengadu ke DPRD pada Januari lalu, juga sudah audiensi dengan Bupati (Lamongan), tetapi gangguan itu masih berjalan. Kami ingin kepastian aturan, terutama soal perizinan," tuturnya, Rabu (1/10/2025).

Amin menyebut para pengusaha diteror terkait legalitas badan hukum perusahaan, padahal mayoritas peternak berstatus UMKM yang sudah mengantongi izin UU Ciptaker Dinas Peternakan.

"Kalau merujuk Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14 Tahun 2020, usaha kami masuk kategori usaha kecil. Tapi yang dipakai oknum ini dasar aturannya beda, bahkan ada yang menyebut soal hak paten, padahal kami jelas tidak memproduksi barang bermerek," jelasnya.

Baca Juga: Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

Gejolak ini muncul usai beberapa peternak di Kecamatan Kembangbahu dan Kedungpring mengaku didatangi aparat APH.

"Kemarin ada yang hanya ditelepon diminta datang, tapi teman-teman sepakat tidak datang. Kalau memang resmi harus ada surat panggilan, bukan seperti itu," katanya.

Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto langsung menggelar audiensi dengan 10 perwakilan massa demo. Hasilnya, ada beberapa syarat administrasi yang harus dilengkapi para peternak termasuk penggunaan LPG 3Kg dan penggunaan sumur bor.

Baca Juga: Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Terkait adanya laporan dugaan oknum yang meminta sesuatu kepada peternak, Kapolres memastikan pihaknya akan menindaklanjuti setiap aduan masyarakat dengan mekanisme pengecekan dan verifikasi.

"Ada ceklis persyaratan yang memang harus dilengkapi secara umum, juga ada ketentuan khusus untuk peternakan ayam. Kalau ada laporan, kami tindak lanjuti, sekaligus kami edukasi agar ada pemahaman bersama," kata Agus.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.