Minggu, 07 Jun 2026 12:32 WIB

Serapan Pupuk Subsidi di Trenggalek Capai 61 Persen

  • Penulis :
  • | Senin, 29 Sep 2025 12:53 WIB
Foto: Petani di Trenggalek saat memberikan pupuk ke tanamannya. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Petani di Trenggalek saat memberikan pupuk ke tanamannya. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Alokasi pupuk subsidi di Trenggalek mengalami kenaikan pada tahun 2025. Saat ini serapan pupuk subsidi mencapai 61 persen. Adapun pupuk yang paling banyak diminati adalah jenis Urea dan NPK.

Analis Prasarana Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) Trenggalek, Sadriyati mengatakan, jumlah penerima pupuk subsidi dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) mengalami penurunan sekitar 1.470 petani di tahun 2025.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Pada tahun 2024 tercatat ada 86.650 petani yang menerima pupuk subsidi. Namun pada tahun 2025 jumlah penerima turun menjadi 85.180 petani," ujarnya, Senin (29/9/2025).

Meski data penerima turun, alokasi pupuk subsidi di Trenggalek mengalami kenaikan. Tahun 2024, alokasi pupuk subsidi mencapai 25.292 ton. Sedangkan tahun 2025 naik menjadi 29.263 ton.

"Penambahan alokasi pupuk subsidi disebabkan karena serapan di Trenggalek cukup baik. Disisi lain, ada penambahan anggaran di kementerian untuk alokasi pupuk subsidi," terangnya.

Baca Juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total

Hingga triwulan ketiga, serapan pupuk subsidi telah mencapai 61 persen atau 17.997 ton. Adapun pupuk subsidi yang tinggi serapannya adalah jenis Urea dan NPK.

"Sedangkan untuk jenis pupuk subsidi organik dan NPK formula paling rendah serapannya," jelasnya.

Dispertapan Trenggalek optimis mampu memaksimalkan serapan pupuk subsidi di tahun 2025. Mengingat pada tahun 2024 serapan pupuk subsidi bisa tembus 94 persen atau 23.748 ton.

Baca Juga: Ambil Sumpah dan Janji 88 PNS Formasi 2024, Ini Pesan Wabup Trenggalek

"Memang dari dulu, untuk jenis organik dan NPK formula itu rendah serapannya. Karena diperuntukan komoditas tertentu dan sudah banyak petani yang bisa membuat pupuk organik mandiri," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.