Minggu, 07 Jun 2026 05:40 WIB

Program MBG, Stop atau Lanjut? Begini Pendapat ICMI Jatim

Sejumlah pelajar menikmati Makan Bergizi Gratis. (Foto/Unicef)
Sejumlah pelajar menikmati Makan Bergizi Gratis. (Foto/Unicef)

jatimnow.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi jadi perbincangan hangat nih. Soalnya, ada kejadian siswa keracunan massal di beberapa daerah. Nah, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Wilayah Jawa Timur (ICMI Jatim) ikut angkat bicara. Mereka bilang, program ini harus dievaluasi total biar tujuannya tercapai.

Ketua ICMI Jatim, Ulul Albab, menjelaskan bahwa program MBG ini sebenarnya punya niat yang mulia, yaitu meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

"Kita semua tentu ingin anak-anak kita sehat dan cerdas. Program MBG ini adalah salah satu cara untuk mewujudkannya," ujar Ulul Albab kepada jatimnow.com.

Namun, ICMI Jatim melihat ada beberapa masalah dalam pelaksanaannya. Kejadian keracunan siswa menjadi bukti bahwa ada yang salah dengan mutu makanan, kebersihan, dan pengawasannya.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

"Kejadian ini sangat memprihatinkan. Pemerintah harus segera bertindak untuk mencari tahu penyebabnya dan memperbaikinya," tegas Ulul Albab.

Untuk membuat program MBG ini lebih baik, ICMI Jatim memberikan beberapa masukan yang sangat penting:

1. Standar Makanan Harus Jelas dan Ketat

ICMI Jatim menegaskan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak harus memenuhi standar gizi dan kebersihan yang jelas.

"Keamanan pangan adalah hal yang paling utama. Jangan sampai anak-anak malah jadi korban karena makanan yang tidak sehat," kata Ulul Albab.

2. Libatkan UMKM Lokal Biar Ekonomi Bergerak

ICMI Jatim mendorong agar program MBG ini juga melibatkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lokal.

"Dengan melibatkan UMKM, kita tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada anak-anak, tetapi juga membantu perekonomian masyarakat," jelas Ulul Albab.

Baca Juga: Dalang Bowo Edukasi Gizi untuk Anak-anak di Kediri Lewat Wayang Kardus

3. Pengawasan Harus Dilakukan Bersama-sama

ICMI Jatim menyarankan agar pengawasan program MBG tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan sekolah, orang tua, dan masyarakat.

"Semakin banyak yang ikut mengawasi, semakin kecil kemungkinan terjadinya penyimpangan," ujar Ulul Albab.

4. Implementasinya Jangan Terburu-buru

ICMI Jatim menyarankan agar program MBG ini diimplementasikan secara bertahap.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

"Sebaiknya dimulai dengan uji coba di beberapa tempat terlebih dahulu, dievaluasi, baru kemudian diperluas ke seluruh wilayah," kata Ulul Albab.

Soal Anggaran, Gimana?

ICMI Jatim juga menyoroti anggaran program MBG yang sangat besar. Ulul Albab mengingatkan agar uang rakyat ini digunakan dengan sebaik-baiknya.

"Kita harus memastikan bahwa anggaran ini benar-benar digunakan untuk meningkatkan gizi anak-anak, bukan untuk kepentingan yang lain," tegasnya.

ICMI Jatim tidak setuju jika program MBG ini dihentikan. Menurut mereka, lebih baik program ini diperbaiki dan ditingkatkan agar tujuannya tercapai.

"Menghentikan program bukanlah solusi yang tepat. Mari kita perbaiki bersama-sama agar program ini benar-benar bermanfaat bagi anak-anak Indonesia," kata Ulul Albab.

ICMI Jatim berkomitmen untuk terus memberikan masukan yang konstruktif demi kemajuan bangsa.

"ICMI Jatim akan selalu siap membantu pemerintah untuk mewujudkan program MBG yang sukses dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat," pungkas Ulul Albab.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.