Minggu, 14 Jun 2026 07:58 WIB

Peringati Hari Tani Nasional, PDIP Tulungagung Gelar Dialog Dengan Petani

  • Penulis :
  • | Sabtu, 27 Sep 2025 12:41 WIB
Foto: DPC PDIP Tulungagung gelar dialog bersama petani. (DPC PDIP Tulungagung/jatimnow.com)
Foto: DPC PDIP Tulungagung gelar dialog bersama petani. (DPC PDIP Tulungagung/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan rembug petani di persawahan Desa Bendo, Kecamatan Gondang. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional 2025 dan diikuti oleh para petani di wilayah setempat.

Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti mengatakan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar, maju, dan sejahtera jika semuanya serius memerhatikan kemajuan pangannya. Karena keunggulan komparatif Indonesia adalah lahan yang luas dan musim yang mendukung untuk pertanian. Di sisi lain, pangan adalah sektor penting dan petani adalah penyangga utamanya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kita turun ke sawah untuk mendengar dan berdiskusi bersama petani dalam mengatasi permasalahan dan tantangan saat ini, memperhatikan nasib petani dan menjaga keberlangsungan pertanian adalah hak yang penting karena jumlah petani semakin sedikit dan miskin penerus," ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Menurut Erma, program pemerintah pusat saat ini fokus pada isu pangan atau kedaulatan pangan. Namun, pemerintah tidak boleh hanya berpusat pada produktivitas saja. Pemerintah juga harus memperhatikan nilai tukar dan kesejahteraan petani atas hasil produksi pertanian yang melimpah.

"Petani harus mendapatkan nilai tambah agar semakin sejahtera, sehingga masyarakat banyak yang tertarik menjadi petani," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Selain kesejahteraan petani, pemerintah juga harus memikirkan keberlanjutan alam. Maka program pertanian di Indonesia harus menuju pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan alam.

"Pertanian organik adalah cara agar unsur hara lahan kita tetap baik dan bisa berlangsung hingga anak cucu nanti," tuturnya.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

Pertanian organik disebut mampu menjaga ekologi dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas untuk dikonsumsi karena memiliki sedikit residu kimia dan aman untuk tumbuh kembang generasi mendatang. Pertanian organik juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi karena sudah ada percontohan atau demplot pertanian organik yang terbukti produktivitasnya lebih banyak dan tentunya biaya produksinya lebih murah.

"Satu lagi yang menjadi perhatian bahwa teknologi pertanian kita masih kalah dengan negara lain, sehingga belum bisa memberikan nilai tukar yang memadai untuk petani," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.