Minggu, 14 Jun 2026 05:30 WIB

Dear Humas, Ini 3 Kunci Bangun Kepercayaan Publik

Foto: Ilustrasi/AI
Foto: Ilustrasi/AI

jatimnow.com - Di tengah gemuruh Anugerah HUMAS INDONESIA 2025, seorang pakar komunikasi melontarkan pesan penting bagi para praktisi humas: lupakan pencitraan, fokuslah pada pembangunan kepercayaan.

Ketua Perhumas Surabaya Raya, Suko Widodo, membeberkan 3 kunci utama untuk meraih kepercayaan publik. Apa saja?

Baca Juga: Bagus Lelana: Legislator PKS Wajib Jadi Solusi bagi Rakyat

1. Transparan Sebelum Diminta: Buka Diri, Jangan Ada yang Ditutupi!

Suko Widodo menegaskan bahwa transparansi adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan. "Transparansi membuat warga merasa dihormati," ujarnya.

Ia mencontohkan Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang secara terbuka mencatat setiap rupiah infak. "Praktik kecil ini berdampak besar dalam melahirkan kepercayaan jamaah."

Namun, Suko menyayangkan masih banyak humas yang lebih sibuk mengabarkan siapa yang hadir di rapat, daripada apa yang diputuskan dalam rapat.

"Rajin menyebar foto pejabat tersenyum, tapi jarang menjelaskan progres kebijakan yang menyentuh kehidupan rakyat," kritiknya.

2. Responsif, Bukan Defensif: Dengarkan Kritik, Jangan Menyerang Balik!

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Kunci kedua adalah responsif terhadap masukan dan kritik dari publik. Suko mencontohkan command center Pemerintah Kota Surabaya yang membuka data secara real-time, memungkinkan warga memantau transparansi laporan.

"Ini adalah contoh bagaimana humas bisa responsif terhadap kebutuhan informasi publik," jelasnya.

Suko juga menyoroti BPBD Jawa Timur yang menunjukkan akuntabilitas komunikasi dalam situasi darurat bencana. "Komunikasi akuntabel bukan sekadar etika birokrasi, tetapi urusan nyawa manusia," tegasnya.

3. Berorientasi pada Publik: Utamakan Kepentingan Rakyat, Bukan Citra Lembaga!

Baca Juga: Remaja Bunuh Diri Beruntun, Pakar UNAIR: Ruang Digital Jadi Pemicu Utama

Kunci ketiga adalah berorientasi pada kepentingan publik. Suko menilai banyak humas yang terjebak dalam menjaga citra lembaga, bukan melayani kebutuhan informasi masyarakat.

"Yang kita butuhkan adalah humas yang melayani, humas yang membuat warga tertarik untuk mendengar, dan akhirnya percaya," pungkasnya.

Suko Widodo berharap, dengan menerapkan tiga kunci ini, para praktisi humas dapat bertransformasi dari sekadar "tukang pencitraan" menjadi agen pembangunan kepercayaan publik.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.