Minggu, 14 Jun 2026 02:26 WIB

Sawung Dance Gugah Kesadaran Lewat Gerak di Surabaya

Festival tari kontemporer satu-satunya di Jawa Timur ini mengusung tema provokatif, “Tremor, Bodies at the Edge of the Chains". (Foto/jatimnow.com)
Festival tari kontemporer satu-satunya di Jawa Timur ini mengusung tema provokatif, “Tremor, Bodies at the Edge of the Chains". (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sawung Dance Festival kembali hadir di Surabaya, menandai penyelenggaraan ke-6 sejak pertama kali digelar pada tahun 2015. Festival tari kontemporer satu-satunya di Jawa Timur ini mengusung tema provokatif, “Tremor, Bodies at the Edge of the Chains,” dan bertempat di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali, Surabaya.

Festival ini, yang dikenal konsisten sebagai wadah ekspresi bagi koreografer muda Jawa Timur, tahun ini menghadirkan program-program unggulan seperti Karya Bertumbuh, Main Performance, dan Residensi Reset Artistik.

Program Karya Bertumbuh menjadi sorotan utama, dengan empat koreografer muda terpilih yang telah menjalani residensi dan pendampingan artistik bersama koreografer internasional asal Jawa Timur, Hari Gulur.

Mereka adalah Adam Mustofa (Ponorogo), Angga I Tirta (Surabaya), Mistahul Jannah (Banyuwangi), dan Nia Anggraini (Surabaya). Karya-karya hasil residensi mereka akan dipresentasikan dalam showcase pada 19–20 September 2025.

Selain itu, festival juga menampilkan Main Performance dari koreografer senior asal Jakarta, Hartati, dalam format lecture performance, serta Ari Ersandi, koreografer asal Lampung. Keduanya juga membuka kelas workshop untuk berbagi pengalaman artistik kepada generasi muda.

Program Residensi Reset Artistik mempertemukan praktisi seni dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Madiun, Malang, hingga Tulungagung.

Mereka akan menelaah praktik artistik di festival, lalu mengaitkannya dengan pengalaman lokal masing-masing. Hasilnya diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat proses seni di komunitas mereka.

Direktur Sawung Dance, Sekar Alit, menjelaskan pemilihan tema "Tremor" sebagai refleksi atas kondisi zaman. “Sawung Dance Festival sejak awal kami gagas bukan sekadar perayaan tari, melainkan ruang tumbuh bersama. Tahun ini, melalui tema ‘Tremor, Bodies at the Edge of the Chains’, kami ingin menunjukkan bagaimana tubuh menjadi medan yang paling jujur dalam merespons gejolak sosial, politik, maupun ekologis yang terjadi di sekitar kita,” ujarnya.

Sawung Dance Festival 2025 menjadi titik temu seniman tari kontemporer yang menggunakan tubuh untuk menggugah kesadaran kolektif, menjelajahi batas antara stabilitas dan kehancuran, keintiman dan keterasingan, diam dan ledakan. Festival ini menjanjikan pengalaman yang mendalam dan menggugah bagi para penontonnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.