Minggu, 14 Jun 2026 01:38 WIB

Mayat Penuh Luka di Probolinggo Ternyata Dibunuh Temannya Sendiri

Nur Hadi Mustofa (18) dan Kamaluddin (19) saat digelandang di Mapolres Probolinggo.
Nur Hadi Mustofa (18) dan Kamaluddin (19) saat digelandang di Mapolres Probolinggo.

jatimnow.com – Penyelidikan penemuan mayat penuh luka di kolong jembatan Probolinggo akhirnya menuai hasil. Mayat yang diketahui bernama Arifin (16) warga Desa Sapeh, Kecamatan Lumbang, Probolinggo itu ternyata dibunuh oleh temannya sendiri.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad mengatakan pihaknya sudah mengamankan dua pelaku pembunuhan Arifin. Kedua pelaku itu adalah Nur Hadi Mustofa (18) dan Kamaluddin (19) warga Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga: Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

"Keduanya sudah kami amankan di desanya sendiri ," kata Fadly, Sabtu (13/10/2018).

Saat penangkapan itu, salah satu pelaku melawan petugas dengan menyabetkan celuritnya ke arah petugas. “Akhirnya, polisi menghadiahi dia dengan sebuah tembakan,” ujarnya.

Fadly juga menjelaskan kronologi yang terjadi sebelum membunuh korban, kedua pelaku terlebih dahulu mengajak korban ke daerah Pasuruan untuk bermain biliard.

Ketiganya berboncengan 3 dengan mengendarai sepeda motor GL Max plat nopol N 2731 CS. Sedangkan sepeda korban terlebih dahulu dijual seharga Rp 1 juta dengan mahar Rp 500 ribu.

"Namun, pelaku sudah merencanakan untuk menghabisi nyawa korban dengan membawa sebilah celurit," ujar Fadly Samad.

Bahkan, korban dihabisi nyawanya di sekitaran jembatan Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo seusai bermain billiar di Pasuruan.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

“Saat di TKP, sebelum pembunuhan itu terjadi, pelaku mengajak korban kencing bersama-sama. Niatan jelek korban pun muncul dengan mengambil celurit dan menyabetkannya ke tubuh korban," ungkapnya.

Karena kondisi di TKP gelap tanpa ada penerangan, akhinya dengan sabetan celurit pertama mengenai wajah dan leher korban.

"Bahkan beberapa sabetan celuritnya juga mengenai pipi korba dan dilanjut mengenai leher korban. Akhirnya korba terjatuh dan tewas," ujarnya.

Untuk menghilangkan jejak kejahatannya, tubuh korban akhinya dibuang ke dalam jurang jembatannya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Satu pelaku memegang dada korban dan satu pelaku lainnya memegang celana korban dan kirab dikenakan kedalam jurang," tegas mantan Kapolres Tuban ini.

Kini keduanya terancam pasal 340 serta pasal 365 KUHP, tentang pembunhan dengan kekerasan dengan ancaman hukuman seumur hidup dan 20 tahun penjara. 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.