Kamis, 23 Jul 2026 09:25 WIB

Jumat untuk Melawan Korupsi

  • Penulis :
  • | Jumat, 12 Sep 2025 09:03 WIB
Korupsi hanya bisa diberantas jika ada budaya anti-korupsi yang tumbuh dalam setiap keluarga, sekolah, organisasi, hingga birokrasi. (Foto/KPK)
Korupsi hanya bisa diberantas jika ada budaya anti-korupsi yang tumbuh dalam setiap keluarga, sekolah, organisasi, hingga birokrasi. (Foto/KPK)

Oleh: Ulul Albab
Ketua ICMI Jawa Timur

jatimnow.com - Hari Jumat adalah hari istimewa. Sering menjadi momentum bagi umat Islam untuk merenung, memperbaiki diri, dan menebar pesan kebaikan. Maka pada Jumat kali ini, izinkan saya mengajak kita semua untuk merenungkan penyakit lama yang terus saja membelit negeri ini, yaitu: korupsi.

Baca Juga: Karier Febrie Andriansyah Tamat, Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat

Sejarah bangsa kita mencatat bahwa korupsi bukanlah fenomena baru. Sejak awal Orde Lama hingga Orde Baru, praktik memperkaya diri dengan mengorbankan kepentingan rakyat telah berlangsung.

Pada masa reformasi, kita menaruh harapan besar agar korupsi bisa diberantas melalui lahirnya Lembaga anti korupsi seperti KPK. Namun, dua dekade setelah reformasi, kita justru menyaksikan betapa korupsi kian sistemik, menyentuh semua lini, dari pusat hingga daerah, dari pejabat tinggi hingga aparat paling bawah.

Kasus demi kasus korupsi yang terungkap, baik dalam bentuk suap, mark-up anggaran, jual beli jabatan, hingga korupsi berjamaah, membuat masyarakat nyaris kehilangan rasa percaya. Ironisnya, banyak pelaku korupsi adalah mereka yang sebelumnya tampil dengan jargon moralitas, agama, bahkan mengaku sebagai pejuang rakyat.

Pemberantasan korupsi memang telah dilakukan. Banyak yang ditangkap, diadili, dan dipenjara. Namun, apakah korupsi berkurang? Faktanya, korupsi tetap banyak, hanya berganti wajah, berganti aktor, tetapi pola dan jaringannya tetap hidup. Inilah yang membuat kita sering mengeluh: mengapa hukum di negeri ini tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas?

Di titik inilah, kita perlu sebuah refleksi bersama. Bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dibebankan pada KPK, kepolisian, atau kejaksaan. Tetapi menjadi tanggung jawab kolektif. Dari seorang pejabat negara hingga pegawai kecil, dari akademisi hingga ulama, dari jurnalis hingga masyarakat sipil, semuanya memiliki peran.

Korupsi hanya bisa diberantas jika ada budaya anti-korupsi yang tumbuh dalam setiap keluarga, sekolah, organisasi, hingga birokrasi.

Baca Juga: Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa, Anggota DPRD Jatim Sampaikan Pesan Prabowo

Namun, refleksi ini tidak boleh berhenti di wacana. Kita kini memiliki presiden baru, Prabowo Subianto, yang dalam pidato dan statemen resminya berulang kali menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Janji itu kini ditagih rakyat. Kita berharap agar kepemimpinan baru ini benar-benar menghadirkan “bersih-bersih” yang nyata, bukan slogan.

Presiden harus memberi teladan: berani mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terbukti korup, meskipun ia orang dekat, kolega politik, atau pejabat penting. Sebab jika tidak, bangsa ini akan kembali terjerat dalam lingkaran setan yang sama, yaitu: reformasi tanpa transformasi.

Jumat ini, mari kita renungkan kembali firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil...” (QS. Al-Baqarah: 188). Korupsi adalah bentuk nyata dari memakan harta dengan cara batil, dan ia adalah sumber kehancuran peradaban.

Karena itu, mari kita perkuat komitmen pribadi untuk tidak ikut-ikutan dalam praktik korupsi sekecil apa pun. Mari kita dorong lingkungan sekitar untuk menolak budaya suap, pungli, dan gratifikasi. Dan mari kita kawal janji-janji pemimpin negeri ini agar benar-benar menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

Baca Juga: Kejari Kota Probolinggo Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Lampu Hias RTH

Korupsi adalah musuh bersama. Jika kita ingin negeri ini benar-benar berdaulat, adil, dan makmur, maka tidak ada jalan lain kecuali bersatu untuk memeranginya.

Semoga Jumat ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh keberanian kita melawan korupsi, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.