Rabu, 22 Jul 2026 22:14 WIB

Unitomo Kembangkan Batik Pamekasan, Ada Mesin Baru untuk Pengrajin

Pelatihan penggunaan canting kepada Mitra-2, kelompok pengrajin batik  UD. Nong Tangis Rek Kerrek Pamekasan. (Foto/Humas Unitomo)
Pelatihan penggunaan canting kepada Mitra-2, kelompok pengrajin batik UD. Nong Tangis Rek Kerrek Pamekasan. (Foto/Humas Unitomo)

jatimnow.com - Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Pada tahun 2025 ini, tim PDB Unitomo kembali menerima pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)  untuk melanjutkan program yang berfokus pada peningkatan produktivitas industri batik dan songkok batik.

Baca Juga: Khitan Bahagia Unitomo, 140 Anak Dapat Uang Saku dan Perlengkapan Sekolah

Program ini mengusung tema "Membangun Perekonomian Mandiri Melalui Desa Tematik Berbasis Penguatan Teknologi Home Industry yang Dikelola oleh BUMDes Sejahtera".

Tim pelaksana PDB terdiri dari kolaborasi dosen dari Unitomo dan Universitas Wijaya Putra, serta melibatkan mahasiswa yang mendapatkan rekognisi SKS.

Tim PDB Unitomo menyerahkan inovasi teknologi berupa mesin pengering batik Infrared Dryroom untuk pengrajin songkok batik di bawah naungan BUMDes Sejahtera, dan canting cap untuk pengrajin batik di UD. Batik Nong Tangis.

Inovasi tersebut diharapkan menjadi solusi atas permasalahan klasik yang dihadapi pengrajin, seperti kendala cuaca dan lamanya proses pengerjaan batik tulis.

Kepala Desa Rek Kerrek, Fadil, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Kemdiktisaintek dan tim PDB Unitomo.

Baca Juga: Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Program ini sangat membantu pengembangan industri batik dan songkok batik di desa kami, yang berdampak positif pada perekonomian warga," ujarnya saat acara sosialisasi kegiatan PDB.

Ketua tim pelaksana PDB, Prof. Nur Sayidah, menuturkan pentingnya keberlanjutan program ini. Desa Rek Kerrek memiliki potensi besar untuk menjadi model desa mandiri berbasis inovasi teknologi.

"Kami ingin inovasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperluas pasar hingga tingkat internasional," jelasnya.

Inovasi yang diberikan oleh tim PDB Unitomo mendapatkan sambutan positif dari para pengrajin.

Imam Safi’i, ketua Kelompok Pengrajin Songkok Batik BUMDes Sejahtera, mengungkapkan bahwa mesin pengering batik Infrared Dryroom ini sangat membantu kami, terutama saat musim hujan.

Baca Juga: Unitomo dan PMI Surabaya Latih 1.400 Anggota PMR Hadapi Bencana dan Krisis Iklim

"Kami tidak perlu khawatir lagi produksi terhenti karena cuaca," kata dia.

Senada dengan Imam, Rida’E, ketua Kelompok Pengrajin Batik UD. Batik Nong Tangis, juga menyampaikan terima kasih atas inovasi canting cap.

"Canting cap ini sangat mempercepat proses pembuatan batik tulis kami. Dengan alat ini, kami bisa meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas," ucapnya.

Dengan dukungan dari Kemdiktisaintek dan inovasi teknologi yang tepat sasaran, Desa Rek Kerrek semakin mantap menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis industri lokal di Madura, terutama batik Pamekasan.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.