Minggu, 07 Jun 2026 04:06 WIB

Unitomo Kembangkan Batik Pamekasan, Ada Mesin Baru untuk Pengrajin

Pelatihan penggunaan canting kepada Mitra-2, kelompok pengrajin batik  UD. Nong Tangis Rek Kerrek Pamekasan. (Foto/Humas Unitomo)
Pelatihan penggunaan canting kepada Mitra-2, kelompok pengrajin batik UD. Nong Tangis Rek Kerrek Pamekasan. (Foto/Humas Unitomo)

jatimnow.com - Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Pada tahun 2025 ini, tim PDB Unitomo kembali menerima pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)  untuk melanjutkan program yang berfokus pada peningkatan produktivitas industri batik dan songkok batik.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Program ini mengusung tema "Membangun Perekonomian Mandiri Melalui Desa Tematik Berbasis Penguatan Teknologi Home Industry yang Dikelola oleh BUMDes Sejahtera".

Tim pelaksana PDB terdiri dari kolaborasi dosen dari Unitomo dan Universitas Wijaya Putra, serta melibatkan mahasiswa yang mendapatkan rekognisi SKS.

Tim PDB Unitomo menyerahkan inovasi teknologi berupa mesin pengering batik Infrared Dryroom untuk pengrajin songkok batik di bawah naungan BUMDes Sejahtera, dan canting cap untuk pengrajin batik di UD. Batik Nong Tangis.

Inovasi tersebut diharapkan menjadi solusi atas permasalahan klasik yang dihadapi pengrajin, seperti kendala cuaca dan lamanya proses pengerjaan batik tulis.

Kepala Desa Rek Kerrek, Fadil, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Kemdiktisaintek dan tim PDB Unitomo.

Baca Juga: Gubes Unitomo Prof Ully Dorong Batik Tulis Jadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Program ini sangat membantu pengembangan industri batik dan songkok batik di desa kami, yang berdampak positif pada perekonomian warga," ujarnya saat acara sosialisasi kegiatan PDB.

Ketua tim pelaksana PDB, Prof. Nur Sayidah, menuturkan pentingnya keberlanjutan program ini. Desa Rek Kerrek memiliki potensi besar untuk menjadi model desa mandiri berbasis inovasi teknologi.

"Kami ingin inovasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperluas pasar hingga tingkat internasional," jelasnya.

Inovasi yang diberikan oleh tim PDB Unitomo mendapatkan sambutan positif dari para pengrajin.

Imam Safi’i, ketua Kelompok Pengrajin Songkok Batik BUMDes Sejahtera, mengungkapkan bahwa mesin pengering batik Infrared Dryroom ini sangat membantu kami, terutama saat musim hujan.

Baca Juga: Mahfud MD Ingatkan Bahaya Hukum Kedodoran

"Kami tidak perlu khawatir lagi produksi terhenti karena cuaca," kata dia.

Senada dengan Imam, Rida’E, ketua Kelompok Pengrajin Batik UD. Batik Nong Tangis, juga menyampaikan terima kasih atas inovasi canting cap.

"Canting cap ini sangat mempercepat proses pembuatan batik tulis kami. Dengan alat ini, kami bisa meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas," ucapnya.

Dengan dukungan dari Kemdiktisaintek dan inovasi teknologi yang tepat sasaran, Desa Rek Kerrek semakin mantap menjadi pusat pengembangan ekonomi berbasis industri lokal di Madura, terutama batik Pamekasan.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.