Minggu, 26 Jul 2026 16:50 WIB

Parkir Gratis di Jember Berakhir, DPRD Minta Sistem Berlangganan Diterapkan

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 31 Agu 2025 20:00 WIB
Anggota Komisi D DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Komisi D DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Program parkir gratis di Kabupaten Jember akan berakhir pada Agustus 2025. Menyikapi hal itu, Anggota Komisi C DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, mendorong agar pemerintah daerah segera mengambil langkah alternatif, salah satunya dengan menerapkan sistem parkir berlangganan.

Menurut Edi, kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga: Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

“Kami sudah sampaikan saat pembahasan di Banggar. Saya meminta agar parkir gratis atau berbayar diberlakukan kembali. Bahkan, kami mendorong sistem parkir berlangganan agar lebih teratur dan bisa menambah PAD,” jelas Edi, Sabtu (30/8/2025).

Ia menegaskan, juru parkir yang selama ini mendapat honor dari Dinas Perhubungan Jember tidak diperbolehkan menarik pungutan dari masyarakat.

“Setiap kali RDP dengan Dishub, saya selalu mengingatkan jangan sampai ada oknum yang melakukan pungutan liar di luar kewenangan pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat

Edi mengakui masih ada masyarakat yang merasa iba kepada petugas parkir dan memberi uang secara sukarela. Namun, ia mengingatkan agar hal itu tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

“Ini yang harus diawasi. Jangan sampai niat baik masyarakat justru dijadikan peluang untuk pungli,” tambahnya.

Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya

Selain soal parkir, Edi yang akrab disapa Ipung itu juga menyoroti perlunya optimalisasi aset milik daerah sebagai upaya percepatan peningkatan PAD.

“Nanti saya tanyakan apa terobosan pemerintah di sektor lain, misalnya investasi. Barang milik daerah, seperti Gunung Sadeng, seharusnya bisa memberikan kontribusi lebih besar melalui pajak maupun pemanfaatan aset,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.