Minggu, 07 Jun 2026 06:22 WIB

Mengulik Sejarah Gedung Grahadi yang Dibakar Massa

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 31 Agu 2025 13:49 WIB
Gedung Negara Grahadi, di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)
Gedung Negara Grahadi, di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

jatimnow.com - Peristiwa memprihatinkan baru saja terjadi di kota pahlawan. Yakni Gedung Grahadi dibakar oleh massa pada Sabtu (30/8/2025) malam. Lantas tahukah anda asal muasal dan nilai dari gedung bersejarah itu?

Melansir dari Insragram resmi @disbudparjatimprov, Gedung Grahadi merupakan salah satu ikon Kota Surabaya, memiliki sejarah panjang yang bermula sejak akhir abad ke-18.

Baca Juga: 1 Tahanan Politik Meninggal di Rutan Medaeng Surabaya

Awalnya, bangunan ini adalah sebuah rumah kebun (tuinhuis) milik Dirk van Hogendrop (1761-1822), yang dibangun pada tahun 1795 di tepi Kalimas.

Pada masa itu, rumah ini menghadap langsung ke sungai, memungkinkan penghuninya menikmati pemandangan perahu yang melintas sambil bersantai. Suasana yang asri dan tenang menjadikan tempat ini sebagai hunian yang ideal.

Prasasti pendirian Gedung Negara Grahadi, di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)Prasasti pendirian Gedung Negara Grahadi, di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

Perubahan signifikan terjadi pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels (1762-1818) sebagai Gubernur Jenderal Hindia Timur.

Daendels merenovasi total tuinhuis tersebut dengan gaya Indis Empire Style. Ciri khas gaya ini terlihat dari denah bangunan yang simetris, dengan ruang utama di tengah yang terdiri dari kamar tidur utama dan kamar-kamar lain yang terhubung langsung dengan teras depan dan belakang.

Baca Juga: Kolaborasi Pemkot Surabaya dan IFG Life Hidupkan Gedung Singa dengan Teknologi Imersif

Sejak saat itu, bangunan ini beralih fungsi menjadi Rumah Dinas Residen Surabaya (Residentswoning te Soerabaia). Pada sekitar tahun 1928, Grahadi kembali menjadi Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur (Woning Gouverneur Oost-Java).

Gedung Grahadi yang berada di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)Gedung Grahadi yang berada di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

Memasuki era kemerdekaan, tepatnya pada masa Gubernur Samadikoen (1945-1957), Gedung Grahadi resmi menjadi gedung negara. Fungsinya pun semakin beragam, mulai dari menerima tamu penting, mengadakan resepsi, hingga menjadi tempat pertemuan-pertemuan penting lainnya.

Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bangunan sayap kanan atau sisi barat Gedung Grahadi difungsikan sebagai Ruang Presiden. Ruangan ini menjadi tempat peristirahatan bagi Presiden Republik Indonesia saat melakukan kunjungan kerja dan menginap di Kota Surabaya.

Baca Juga: IFG Life Hidupkan Warisan Sejarah Gedung Singa dengan Teknologi Modern

Sebagai bentuk pengakuan atas nilai sejarah dan budayanya, pada tahun 2023, Gedung Grahadi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi. Penetapan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu warisan penting yang harus dilestarikan.

Itulah sejarah Gedung Grahadi yang berdiri kokok dan menjadi simbol pusat pemerintahan di Jawa Timur.

Gedung Grahadi merupakan salah satu ikon Kota Surabaya, memiliki sejarah panjang yang bermula sejak akhir abad ke-18. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)Gedung Grahadi merupakan salah satu ikon Kota Surabaya, memiliki sejarah panjang yang bermula sejak akhir abad ke-18. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.