Selasa, 28 Jul 2026 01:38 WIB

Mangrove to Table, PCU Dorong UMKM Ekowisata Surabaya

Salah satu peserta asik membuat olahan Mangrove dalam kompetisi "Mangrove to Table" yang digelar Petra Christian University (PCU). (Foto: Humas PCU for JatimNow.com)
Salah satu peserta asik membuat olahan Mangrove dalam kompetisi "Mangrove to Table" yang digelar Petra Christian University (PCU). (Foto: Humas PCU for JatimNow.com)

jatimnow.com - Petra Christian University (PCU) bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) menggelar kompetisi "Mangrove to Table" sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekowisata berkelanjutan (sustainable eco-tourism) di Surabaya. Acara ini berlangsung di Balai Kelurahan Wonorejo Mangrove, Surabaya, Sabtu (30/8/2025).

Kompetisi ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mendorong "Transformasi menuju Sustainable Eco-Tourism (SET) Melalui Inovasi Ekonomi Mandiri dan Smart Community". Fokus utama dari program ini adalah pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove melalui pengembangan UMKM yang inovatif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pabrik Sepeda di Semarang Gunakan Gas Bumi PGN, Produksi Kian Efisien

Koordinator pelaksana program, Pwee Leng, menjelaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar lomba, melainkan sebuah perjalanan inovasi ekonomi mandiri.

"Kami ingin menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator kebangkitan ekonomi lokal yang berbasis potensi masyarakat," ujarnya.

Sebanyak 10 tim yang terdiri dari tiga orang peserta, yang sebelumnya telah mengikuti Pelatihan Inovasi Produk, turut serta dalam kompetisi ini. Mereka menampilkan berbagai inovasi produk yang mengandung minimal 30% hasil olahan mangrove, mulai dari makanan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya.

"Produk yang dibuat harus unik dan memiliki nilai tambah. Kami ingin melihat bagaimana peserta mampu mengolah potensi mangrove menjadi produk yang menarik dan memiliki daya jual," tambah Pwee Leng, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan 1 di School of Business & Management (SBM) PCU.

Baca Juga: Seminggu di Kota Probolinggo 2026 Prioritaskan UMKM dan PKL Lokal

Para peserta mempresentasikan produk mereka di hadapan enam juri yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi bisnis, dan chef profesional. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, antara lain inovasi, kualitas produk, daya saing, branding, keberlanjutan, dan dampak sosial.

"Kami mencari produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga ramah lingkungan dan memiliki branding yang kuat. Selain itu, kami juga mempertimbangkan dampak sosial yang dihasilkan oleh produk tersebut," jelas Pwee Leng.

Terdapat tiga kategori pemenang dalam kompetisi ini, yaitu produk paling inovatif, produk paling ramah lingkungan, dan produk dengan branding terbaik.

Baca Juga: Meriahnya PetroNite Fest 2026, Harmoni Seni, Hiburan dan Ekonomi Kerakyatan

Kompetisi "Mangrove to Table" ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekowisata Surabaya.

Dengan mendorong inovasi produk lokal berbasis mangrove, PCU dan WVI berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan mangrove sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat pengembangan Sustainable Eco-Tourism (SET).

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.