Selasa, 21 Jul 2026 19:16 WIB

Yenny Wahid Ajak Semua Pihak Menjaga Toleransi Beragama

  • Penulis :
  • | Rabu, 27 Agu 2025 09:10 WIB
Foto: Peserta simposium moderasi beragama di Malang (Yenny Wahid/jatimnow.com)
Foto: Peserta simposium moderasi beragama di Malang (Yenny Wahid/jatimnow.com)

jatimnow.com-Pendiri Wahid Foundation, Yenny Wahid mengajak semua pihak untuk menjaga toleransi beragama. Hal ini disampaikan dalam forum Simposium Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya. Senin (25/8/2025). Simposium moderasi beragama yang mengangkat tema Harmony in Diversity ini, menjadi ikhtiar untuk memperkuat praktik keberagamaan yang moderat. Tentunya tidak hanya sekadar menjadi ruang diskusi intelektual, tetapi juga momentum strategis untuk mengubah wacana menjadi aksi nyata alam merawat Indonesia yang harmonis.

Dalam kegiatan ini Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa titik persamaan atau kalimatun sawa, menjadikan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sebagai dua pilar besar dari Islam moderat yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

“Islam berkemajuan yang digaungkan Muhammadiyah memandang bahwa Islam harus bisa maju seiring perkembangan zaman. Dan Islam Nusantara yang dibawa NU adalah Islam yang membumi, Islam yang menghargai budaya lokal. Kedua organisasi ini sama-sama moderat dan berpijak pada nilai prinsip kemanusiaan dan kebangsaan,” ujarnya.

Yenny kemudian menceritakan salah satu kisah tentang toleransi di Indonesia, yakni asal muasal Soto Kerbau di Kudus. Dahulu, di daerah Kudus banyak ditinggali oleh umat beragama Hindu. Bagi umat Hindu, sapi adalah salah satu hewan yang dihormati.

“Sunan Kudus memerintahkan kepada murid-muridnya agar jangan menyembelih sapi sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang beragama Hindu. Nah, karena murid-muridnya tetap ingin makan daging, akhirnya yang disembelih adalah kerbau. Itu adalah bentuk kongkrit penghormatan terhadap keyakinan umat lain,” tuturnya..

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Kisah tersebut adalah contoh semangat Islam Nusantara. Umat Islam tidak menafikan sejarah dan tidak menafikan tradisi. Menurutnya, jika dulu cara dakwah tidak menggunakan seni, mungkin saat ini tidak banyak orang Indonesia yang masuk agama Islam. Karena seni digunakan sebagai medium dakwah, maka orang lain mudah untuk menerima.

“Kenapa penting untuk terus mengakar dengan akar budaya kita? Karena dengan dunia global, kalau kita tidak mengakar, kita bisa masuk dan menjadi korban, kita menyerap budaya yang bukan menjadi budaya kita. Kita ikut budaya orang lain karena kita sendiri tidak kuat, kita tidak tau, who we are?,” jelasnya. .

Baca Juga: Pemandangan Alam dan Ragam Trek Jadi Daya Tarik Selorejo Run Challenge Malang

Baginya, dengan memahami akar budaya akan memiliki kebanggaan. Sehingga ketika berhadapan dengan siapapun di belahan dunia manapun, tetap tetap bangga menjadi orang Islam Indonesia.

“orang-orang non Muslim itu tidak membaca Al-Qur’an, tidak membaca hadis, dan tidak belajar fiqih. Sehingga yang dibaca oleh orang-orang non Muslim adalah bagaimana tingkah laku kita sebagai umat Muslim,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.