Sabtu, 06 Jun 2026 17:49 WIB

Mohammad Yasin, Putra Daerah Pelopor Lahirnya Udeng Batik Samin Bojonegoro

  • Penulis :
  • | Kamis, 14 Agu 2025 12:28 WIB
Mohammad Yasin saat ikut serta membatik
Mohammad Yasin saat ikut serta membatik

jatimnow.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro punya seragam baru yang wajib dikenakan 2 kali setiap bulan sejak Juli 2025.

Pakaian khas suku Samin atau juga dikenal sebagai Sudulur Sikep dengan motif batik Obor Sewu ditetapkan sebagai Pakaian Dinas Harian (PDH) resmi ASN Bojonegoro sebagaimana Surat Bupati Bojonegoro nomor 085/78/4/12.03/2/25.

Baca Juga: Warga Samin Bojonegoro Kirab Bendera Merah Putih 78 Meter

Untuk pria, PDH dengan dominasi warna hitam itu dilengkapi penutup kepala khas Suku Samin dengan motif batik Obor Sewu. Sedangkan untuk wanita dilengkapi syal juga dengan motif Obor Sewu.

Perjalanan panjang menghiasi inspirasi penggunaan batik Obor Sewu hingga ditetapkan sebagai PDH resmi ASN Pemkab Bojonegoro

Adalah Mohammad Yasin, putra daerah Bojonegoro yang saat ini menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan di Provinsi Jawa Timur mengungkap cerita panjang inspirasi Batik Obor Sewu.

Pada 2019, saat dia menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, dia berkunjung ke kediaman sesepuh suku Samin Mbah Harjo Kardi.

"Saat itu saya ditemui Mas Bambang Sutikno, putra Mbah Harjo Kardi. Dalam percakapan dan diskusi konstruktif penuh kehangatan, kami sepakat untuk mengangkat budaya suku Samin sebagai identitas Bojonegoro," kata pejabat kelahiran Desa Jawik Kecamatan Tambakarejo Bojonegoro ini, Kamis (14/8/2025).

Usai berkunjung, dia diberi oleh-oleh sebuah ikat kepala atau udeng khas Suku Samin.

"Di awal tahun 2019 saya sowan Mbah Harjo Kardi didampingi putranya Mas Bambang, saat itu saya menemukan potensi 'Udeng' yang menjadi khas suku samin, warna hitam dengan motif batik, maka saya usulkan bagaimana kalau menjadi souvenir wajib bagi setiap pengunjung yang data g ke kampung samin," terang Yasin.

Moment akrab Mohammad Yasin dengan keluarga suku SaminMoment akrab Mohammad Yasin dengan keluarga suku Samin

Dalam perjalanan waktu, dia juga memenuhi permintaan untuk menggelar pelatihan pembuatan penutup kepala untuk ibu-ibu warga suku Samin yang mendiami desa Dusun Jepang Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo.

"Tepatnya tgl 10 September 2019 melalui DPMD Jatim melaksanakan pelatihan membatik yang diikuti oleh Ibu Ibu warga suku Samin. Waktu itu batiknya masih sederhana," ungkapnya.

Baca Juga: Tekan Angka Pernikahan Dini, Ini Strategi Preventif Gubernur Khofifah

Sebagai putra daerah, Yasin mengaku bangga jika Pemkab Bojonegoro menjadikan batik khas suku Samin dijadikan PDH ASN. 

"Saya ikut senang dengan ditetapkannya batik Samin Obor Sewu sebagai pakaian resmi ASN Bojonegoro, karena ini sekaligus akan menjadi bagian dari melestarikan budaya Suku Samin yang ajarannya penuh pitutur luhur sekaligus mengenang jasa Mbah Surosentiko" ujarnya.

Terpisah, Sesepuh dan tokoh budaya suku Samin Bambang Sutikno membenarkan cerita tersebut. 

"Pak Yasin waktu itu yang menjabat Kepala DPMD Provinsi Jawa Timur memberikan fasilitasi pelatihan pembuatan batik penutup kepala khas suku Samin," ujarnya.

Namun saat itu belum terpola batik khas Obor Sewu. "Kami hanya membuat motif batik apa adanya untuk penutup kepala," terangnya.

Sampai pada akhirnya datang peneliti budaya dari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta Sugeng Widodo yang melakukan riset tentang suku Samin pada 2019

Baca Juga: Kepala Bappeda Jatim Meninggal, Gubernur Khofifah Siapkan Penghargaan

Tidak hanya melakukan riset, Sugeng Widodo juga membantu menentukan motif batik khas Suku Samin termasuk juga mendaftarkannya untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Batik motif Obor Sewu menggambarkan perjuangan Suku Samin melawan penjajah Belanda. Saat menggelar pertemuan diam-diam di tanah lapang, para pejuang suku Samin membawa obor, sehingga muncullah nama Obor Sewu atau seribu cahaya," terangnya.

Obor merupakan simbol penerangan hidup. Seribu berarti ajaran ini tak akan padam. Obor akan terus menyala selama terus dinyalakan.

Seiring berjalannya waktu, saat Bojonegoro dipimpin Penjabat Bupati dari pejabat Kementerian Keuangan, ASN Bojonegoro pada hari-hari tertentu diwajibkan hanya mengenakan tutup kepala dari batik Obor Sewu.

Sejak muncul Surat Edaran Bupati Bojonegoro nomor 085/78/4/12.03/2/25, batik Obor Sswu wajib dikenakan ASN Pemkab Bojonegoro setiap Kamis, minggu pertana dan ketiga setiap bulannya

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.