Senin, 27 Jul 2026 23:53 WIB

Mahasiswa Program S3 Studi Islam Unisda Lamongan Jalani Orientasi Kampus

Orientasi perkuliahan program S3 Studi Islam Unisda Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Orientasi perkuliahan program S3 Studi Islam Unisda Lamongan. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas Islam Darul 'Ulum (Unisda) Lamongan menggelar masa orientasi perkuliahan bagi mahasiswa Program S3 Studi Islam. Hal itu dilakukan mengingat banyaknya mahasiswa yang berasal dari luar daerah, seperti Jember, Jakarta, Bogor, dan wilayah pantura.

Digelar selama dua hari 19-20 Desember 2025, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam memasuki jenjang pendidikan doktoral sekaligus sebagai pengenalan lingkungan akademik, budaya ilmiah.

Baca Juga: FGD Unisda Lamongan Bahas Pengembangan Kampus dan Peningkatan Kualitas Lulusan

Seperti yang disampaikan, Prof Afif Hasbullah saat mengisi materi orientasi dengan tema Pemikiran Islam Indonesia dan Transformasi Hukum. Menurutnya, kajian pemikiran Islam Indonesia bukanlah sekadar nostalgia sejarah, melainkan kebutuhan metodologis dan normatif dalam merespons tantangan hukum dan sosial di masa depan.

"Pentingnya membangun kerangka hukum nasional yang modern namun tetap berakar kuat pada nilai etika dan spiritualitas masyarakat Muslim Indonesia," ungkap Prof. Afif dalam keteran tertulis, Senin (22/12/2025).

Prof. Afif juga mengulas dinamika relasi antara Islam, negara, dan hukum, termasuk ketegangan antara teks dan konteks, politik hukum, globalisasi, serta tantangan otoritas keagamaan di era digital.

Baca Juga: Rektor Lepas 650 Mahasiswa KKN Unisda 2026, Bawa Misi Pemberdayaan Masyarakat

Sementara itu, Ketua Program S3 Studi Islam, Prof Bubun Suharto memaparkan Transformasi Keilmuan Pesantren di Abad ke-21: Tantangan dan Peluang yang menyoroti tantangan besar yang dihadapi pesantren di era globalisasi, revolusi industri 4.0, serta pesatnya perkembangan teknologi digital.

"Pesantren dituntut untuk mampu beradaptasi dengan mengintegrasikan teknologi, seperti digitalisasi pembelajaran kitab kuning dan penguatan sistem informasi, tanpa meninggalkan karakter utama pesantren dalam membentuk insan berakhlak mulia," ujarnya.

Baca Juga: Pelaksanaan UM-PTKIN UIN KHAS Jember Diikuti Ribuan Calon Mahasiswa Baru

Prof. Babun juga menekankan pentingnya budaya mutu yang berkelanjutan, inovasi dalam tata kelola pesantren, serta penguatan jejaring kerja sama di tingkat lokal, nasional, hingga internasional agar pesantren tetap relevan dan berdaya saing di tengah masyarakat global yang kompetitif.

Melalui rangkaian Orientasi Perkuliahan yang dilaksanakan selama dua hari ini, Unisda Lamongan menegaskan komitmennya dalam mencetak doktor-doktor Studi Islam yang unggul, berwawasan keislaman dan kebangsaan, serta mampu menjawab tantangan transformasi keilmuan, hukum, dan pendidikan Islam di era modern.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.