Selasa, 21 Jul 2026 23:36 WIB

ITS Tanamkan DNA Keberlanjutan di PKKMB 2025, Apa Dampaknya Bagi Mahasiswa Baru?

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 12 Agu 2025 16:12 WIB
Mahasiswa baru (maba) berjalan kaki menuju lokasi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITS 2025. Foto: Humas ITS for JatimNow.com
Mahasiswa baru (maba) berjalan kaki menuju lokasi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITS 2025. Foto: Humas ITS for JatimNow.com

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sekali lagi membuktikan diri sebagai garda depan pendidikan yang tidak hanya fokus pada keunggulan akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran lingkungan mahasiswa.

Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), ITS berupaya menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan memperkuat karakter mahasiswa sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di kampus perjuangan ini.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menyampaikan komitmennya terhadap gerakan Smart Eco Campus. Salah satu kebijakan yang diambil adalah melarang mahasiswa baru (maba) menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, di lingkungan kampus selama masa PKKMB.

"Kebijakan ini, terutama untuk mobil, akan diuji coba selama enam bulan ke depan," jelasnya.

Sebagai solusi, para maba diajak untuk berjalan kaki menuju lokasi kegiatan, sebuah inisiatif yang dikenal sebagai program ITS Walk.

Tak hanya itu, ITS juga mengajak maba untuk mengamalkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yang menekankan pentingnya produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Setiap mahasiswa diwajibkan membawa botol minum pribadi (tumbler) dan memilah sampah organik dari kemasan makanan. Untuk mendukung gerakan ini, galon air isi ulang telah disediakan di berbagai sudut kampus.

"Dengan langkah ini, diharapkan gaya hidup ramah lingkungan dapat terus membudaya," imbuh Prof. Bambang.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti, menambahkan bahwa nilai-nilai keberlanjutan diintegrasikan ke dalam PKKMB melalui cara yang interaktif dan menyenangkan.

Para maba diajak untuk menjelajahi 17 poin SDGs yang tersebar di 17 titik berbeda di seluruh area kampus melalui sebuah permainan.

Baca Juga: ITS Kembangkan Alat Panjat Kelapa, Petani Bisa Panen Lebih Cepat dan Aman

"PKKMB ITS bukan hanya tentang mengenalkan infrastruktur kampus, tetapi juga memperkenalkan fakultas, departemen, dan program studi yang ada," tuturnya.

Mahasiswa diberikan kesempatan emas untuk memahami lebih dalam tentang profil keilmuan dan karakteristik masing-masing departemen, sehingga mereka siap menjadi profesional yang tangguh di bidangnya kelak.

"Pengenalan ini sangat penting agar mahasiswa tidak hanya tahu tempat mereka belajar, tetapi juga memahami alasan mengapa mereka memilih belajar di sana," lanjut Prof. Nurul dengan nada bijak.

ITS juga memperkenalkan platform pembelajaran daring, myITS Learning, sebagai sarana untuk mendukung proses pembelajaran yang berkelanjutan. Menurut Prof. Nurul, platform ini menyediakan beragam materi pembelajaran yang dapat diakses dengan mudah melalui laman learning.its.ac.id.

"Materi yang disajikan meliputi video interaktif hingga latihan soal, yang dirancang untuk mengukur pemahaman mahasiswa," jelasnya.

Baca Juga: UNUSA Tembus 3 Besar Nasional Bidang Kesehatan Versi THE Impact 2026

Selain aspek intelektual, PKKMB ITS juga memberikan perhatian pada pembentukan karakter spiritual mahasiswa. Setiap pagi, para maba dari berbagai latar belakang agama diberikan kesempatan untuk beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

"Nilai-nilai spiritual yang kuat akan menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Prof. Nurul.

Sebagai puncak dari komitmen terhadap SDGs, ITS telah melepaskan 1.000 ekor burung perkutut ke alam bebas saat acara pengukuhan mahasiswa baru. Selain itu, 1.000 pohon akan ditanam oleh para maba bersamaan dengan perayaan Lustrum ITS XIII.

"Setiap upaya kecil akan memberikan dampak yang besar jika dilakukan secara bersama-sama," pesan Prof. Nurul dengan senyum optimis.

Rangkaian kegiatan PKKMB ITS ini secara keseluruhan berkontribusi pada pencapaian SDGs poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas, poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, serta poin ke-15 tentang menjaga ekosistem darat.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.